Suara.com - Crystal Palace mencatat sejarah baru dengan menjuarai Community Shield untuk pertama kalinya. Kemenangan ini membuat Palace resmi menjadi klub ke-24 yang sukses mengangkat trofi pembuka musim tersebut.
Dengan pencapaian ini, Palace masuk ke daftar eksklusif juara Community Shield, bergabung dengan Newcastle United, West Ham United, dan Aston Villa yang juga pernah sekali meraih gelar ini.
Meski begitu, rekor juara terbanyak masih dipegang oleh Manchester United dengan koleksi 21 trofi.
Posisi kedua ditempati Arsenal (17 trofi), disusul Liverpool di peringkat ketiga dengan 16 trofi.
Drama di Wembley
Partai final antara Liverpool dan Palace di Stadion Wembley, Minggu (10/8) malam WIB, berlangsung menegangkan. Palace memastikan gelar setelah menang lewat adu penalti.
Babak pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk keunggulan Liverpool berkat gol Hugo Ekitike dan Jeremie Frimpong.
Palace hanya mampu membalas satu gol lewat penalti Jean-Philippe Mateta.
Di babak kedua, Ismaila Sarr menjadi penyelamat Palace setelah menyamakan skor menjadi 2-2. Laga pun berlanjut ke babak adu penalti.
Dean Henderson tampil sebagai pahlawan dengan menepis eksekusi Mohamed Salah dan Harvey Elliott, memastikan Palace menang 3-2 dalam adu tos-tosan.
Baca Juga: Bukan Skill, Ini yang Pertama Dilihat Ruben Amorim dari Benjamin Sesko
Trofi ini melengkapi kesuksesan Crystal Palace yang sebelumnya juga menjuarai Piala FA, demikian Antara.
Daftar Juara Community Shield Terbanyak
- Manchester United – 21 trofi
- Arsenal – 17 trofi
- Liverpool – 16 trofi
- Everton – 9 trofi
- Tottenham Hotspur – 7 trofi
- Manchester City – 7 trofi
- Chelsea – 4 trofi
- Leeds United – 2 trofi
- Leicester City – 2 trofi
- West Bromwich Albion – 2 trofi
- Burnley – 2 trofi
- Newcastle United – 1 trofi
- Brighton & Hove Albion – 1 trofi
- Blackburn Rovers – 1 trofi
- Huddersfield Town – 1 trofi
- Sheffield Wednesday – 1 trofi
- Sunderland – 1 trofi
- Bolton Wanderers – 1 trofi
- Derby County – 1 trofi
- Nottingham Forest – 1 trofi
- Portsmouth – 1 trofi
- West Ham United – 1 trofi
- Aston Villa – 1 trofi
- Crystal Palace – 1 trofi
Community Shield Trivia
- Laga dengan skor terbanyak di Community Shield terjadi pada 1911 ketika Manchester United menghajar Swindon Town 8-4. Setahun kemudian, sebagian hasil pendapatan laga disumbangkan untuk membantu korban tragedi kapal Titanic.
- Pada 1950, laga Community Shield unik karena tidak melibatkan klub. Sebagai gantinya, “World Cup Team” yang berisi skuad Inggris Piala Dunia Brasil mengalahkan “Canadian Touring Team” – tim FA yang baru tur ke Kanada – dengan skor 4-2 di Stamford Bridge.
- Tahun 1967, kiper Tottenham Pat Jennings mencetak gol dari area penalti sendiri ke gawang Manchester United di Old Trafford. Alex Stepney menjadi kiper yang kebobolan dalam laga yang berakhir 3-3 tersebut.
- Community Shield mulai rutin digelar di Wembley sejak 1974. Di musim itu, 67 ribu penonton menyaksikan Liverpool menang adu penalti 6-5 atas Leeds setelah bermain 1-1. Laga panas itu juga diwarnai kartu merah untuk Billy Bremner dan Kevin Keegan.
- Pada era 1980-an hingga awal 1990-an, jika laga berakhir imbang, trofi dibagi dua untuk dipegang masing-masing klub selama enam bulan. Format adu penalti baru kembali digunakan pada 1993.
- Tahun 1992 menghadirkan laga seru tujuh gol antara Leeds dan Liverpool. Eric Cantona mencetak hat-trick untuk Leeds, namun di musim yang sama ia justru pindah ke Manchester United.
- Manchester United menjadi tim paling sering tampil di ajang ini pada era 1990-an, total tujuh kali dengan catatan empat kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan.
Berita Terkait
-
Gagal Juara Community Shield, Arne Slot Soroti Pertahanan Rapuh Liverpool
-
Drama Penalti di Wembley: Crystal Palace Juara, Liverpool Pulang dengan Luka
-
Jadwal Manchester United Lengkap Musim 2025-2026: Awal yang Krusial Hingga Periode Natal
-
Negosiasi Alexander Isak Alot, Liverpool Kantongi Pilihan Alternatif
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey