Suara.com - Pemain keturunan Indonesia, Jenson Seelt mencuat di bursa transfer musim panas 2025 sebagai target utama klub Eredivisie, NEC Nijmegen.
Skenario kepindahan ini membuka peluang emas bagi Timnas Indonesia, di mana Calvin Verdonk bisa berperan sebagai agen untuk meyakinkan Jenson Seelt agar mau menjalani proses naturalisasi.
Rumor mengenai minat NEC terhadap bek berusia 22 tahun itu berhembus kencang di Belanda.
Potensi kepindahan ini menguat seiring kabar bahwa posisinya di skuad Sunderland untuk Premier League 2025/2026 terancam setelah kedatangan bek baru, Omar Alderete.
Dikutip dari Voetbal International, meskipun Jenson Seelt mampu membuat pelatih Sunderland, Regis Le Bris terkesan selama pramusim, sang pelatih masih ragu akan kesiapannya untuk bersaing di level tertinggi Liga Inggris.
Keraguan ini beralasan, mengingat Seelt baru saja pulih dari cedera lutut parah yang menimpanya musim lalu.
Situasi ini coba dimanfaatkan oleh NEC Nijmegen yang berupaya memulangkan mantan pemain akademinya itu ke Belanda dengan status pinjaman.
Hubungan baik antara NEC Nijmegen dan Sunderland, yang terjalin setelah transfer kiper Robin Roefs, bisa memuluskan negosiasi.
Terlebih NEC Nijmegen memang membutuhkan bek tengah baru setelah melepas Ivan Marquez dan cederanya Bram Nuytinck.
Baca Juga: Bukan Karena Jelek Kevin Diks Gagal Jadi Kapten Borussia Monchengladbach Tapi...
Jika transfer ini terwujud, Calvin Verdonk bisa memainkan peran krusial di luar lapangan.
Sebagai rekan setim, Verdonk memiliki kesempatan emas untuk membujuk Jenson Seelt agar mempertimbangkan kembali panggilan membela Timnas Indonesia.
Koneksi dengan Timnas Indonesia sejatinya bukanlah hal baru bagi Seelt.
Ia memiliki darah keturunan dari sang kakek yang berasal dari Ambon, Maluku.
Mantan anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani pernah mengungkapkan bahwa bek 22 tahun ini adalah pemain yang pernah dibidik Shin Tae-yong.
"Jenson Seelt inilah salah satu pemain yang sangat dimintai oleh STY," kata Hasani Abdulgani di kanal YouTube miliknya, Hasani's Corner pada 2023 lalu.
Berita Terkait
-
Dibuang Yokohama F. Marinos, Sandy Walsh Kini Bersemangat Perbaiki Karier di Buriram
-
Patrick Kluivert Semringah, Emil Audero Dapat Kode Bakal Jadi Starter di Serie A Liga Italia
-
Calon Pemain Timnas Indonesia Bantu FC Utrecht ke Playoff Liga Europa
-
Bek Keturunan Ambon Tinggalkan Liga Inggris dan Gabung NEC Nijmegen, Dulu Diincar Shin Tae-yong
-
Kevin Diks Isyaratkan Pratama Arhan Masih Penting untuk Timnas Indonesia
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi
-
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit
-
Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja
-
Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO
-
Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan