- Nova Arianto menyambut baik Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik PSSI.
- PSSI menunjuk Alexander Zwiers untuk mengembangkan sepak bola Indonesia.
- Kolaborasi dan sinergi penting untuk membangun identitas sepak bola Indonesia.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto ucapkan selamat datang ke Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik PSSI.
PSSI secara resmi menunjuk Alexander Zwiers dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, pada Senin malam, 25 Agustus 2025, menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Plt. Direktur Teknik, Indra Sjafri.
Kehadiran Zwiers dianggap strategis bagi pengembangan sepak bola Indonesia, terutama dalam membangun sistem yang menyatukan visi antara tim nasional senior, U-23, U-20, hingga U-17.
Nova menekankan pentingnya sinergi antara pelatih dan pemain di seluruh level tim nasional agar program pembangunan sepak bola dapat berjalan optimal.
Menurut Nova, dukungan penuh dari semua pihak menjadi kunci agar Zwiers bisa membangun identitas sepak bola Indonesia yang kuat dan konsisten.
"Selamat datang coach Alexander Zwiers di sepak bola indonesia dan selamat bekerja coach untuk membangun sepak bola Indonesia ke depan yang lebih baik," kata Nova dalam unggahan di Instagram pribadinya.
Ia menambahkan bahwa komunikasi yang intens antara pelatih, pemain, dan manajemen diperlukan untuk menyelaraskan filosofi bermain dan strategi tim nasional.
PSSI berharap kehadiran Zwiers dapat menciptakan ekosistem sepak bola profesional yang berkelanjutan dan mempermudah regenerasi pemain muda menuju tim senior.
Sebagai pelatih, Nova juga menyambut positif pendekatan teknis Zwiers yang mengutamakan pengembangan karakter pemain muda sekaligus memperkuat gaya bermain tim nasional.
Baca Juga: Pratama Arhan Resmi Cerai, DM Instagram Langsung Diserbu Cewek: Assalamualaikum Calon Imam
Langkah ini dianggap penting menjelang Piala Dunia U-17, di mana Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi tantangan internasional yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan taktik.
Nova menilai, penciptaan identitas sepak bola Indonesia harus dimulai dari tingkat usia muda agar ke depannya filosofi bermain dapat diterapkan secara konsisten di semua level.
Kehadiran Direktur Teknik baru ini juga diharapkan meningkatkan profesionalisme dalam manajemen pelatihan, penyusunan program latihan, dan pengembangan bakat lokal secara terstruktur.
Selain itu, Zwiers diyakini mampu memberikan masukan strategis yang membangun fondasi kuat bagi prestasi jangka panjang tim nasional Indonesia.
PSSI menekankan bahwa dukungan pelatih dan manajemen tim menjadi faktor penting agar arahan Direktur Teknik dapat dijalankan secara efektif dan terukur.
Nova menegaskan bahwa kolaborasi lintas divisi dalam tim nasional akan mempermudah implementasi filosofi sepak bola Indonesia yang baru.
Bagi Nova, penunjukan Zwiers merupakan momentum penting untuk mendorong kualitas sepak bola Indonesia agar lebih kompetitif di level Asia dan dunia.
Langkah strategis ini juga diharapkan dapat meningkatkan peluang Indonesia dalam meraih prestasi di Piala Dunia U-17 dan ajang internasional lainnya.
Dalam pandangan Nova, investasi sumber daya manusia, termasuk pelatih dan pemain muda, menjadi kunci sukses jangka panjang pembangunan sepak bola nasional.
Sinergi yang baik antara Direktur Teknik, pelatih, dan pemain akan mempermudah penerapan strategi permainan modern sesuai standar internasional.
Ke depan, PSSI menargetkan terbentuknya identitas sepak bola Indonesia yang kuat dan berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini hingga tim senior.
Kehadiran Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik dipandang sebagai langkah signifikan dalam memajukan ekosistem sepak bola Indonesia secara profesional dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
Terkini
-
Tak Seperti Oknum Suporter di Indonesia, Begini Cara Ekstrem Ultras Klub Italia Kalau Marah
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Senyum-senyum Wayne Rooney Diwawancara Reporter Cantik Ini dengan Telanjang Kaki
-
Bursa Transfer Juventus: Michele Di Gregorio Jadi Biang Kerok, Alisson Becker Masuk Radar
-
Disikat Persija 2-3, Hendri Susilo Tetap Angkat Topi untuk Perjuangan Malut United
-
Tak Gentar Kebijakan Jordi Cruyff, Maarten Paes Siap Rebut Posisi Kiper Utama Ajax
-
Wakil Presiden Galatasaray Kirim Psywar ke Juventus: Kemenangan 5-2 Bukan Kebetulan!
-
Deretan Kontroversi Infantino 10 Tahun Pimpin FIFA: Ucapan Tak Layak hingga Kedekatan dengan Trump
-
John Terry Kecewa Tak Dipilih Jadi Pelatih Chelsea, Merasa Tak Dihargai sebagai Legenda
-
Arsenal Belum Layak, Bayern Munich Jadi Favorit Juara Liga Champions Musim Ini