- Laga uji coba harus dimanfaatkan sebagai simulasi hadapi Kualifikasi Piala Dunia.
- Rahmad Darmawan optimistis timnas Indonesia bisa lolos jika performa dipertahankan.
- Uji coba melawan Taiwan dan Lebanon krusial untuk evaluasi timnas.
Suara.com - Mantan pelatih timnas U-23 Indonesia, Rahmad Darmawan, memberikan pandangan penting terkait FIFA Match Day yang akan dimainkan timnas Indonesia pada bulan September mendatang.
Coach RD, sapaan akrabnya, menilai bahwa laga uji coba menghadapi Taiwan dan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, harus benar-benar dimanfaatkan untuk persiapan menghadapi babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Menurut Rahmad Darmawan, dua pertandingan ini bukan sekadar laga uji coba biasa, tetapi merupakan simulasi yang bisa mencerminkan kesiapan tim Garuda untuk menghadapi tantangan sesungguhnya melawan tim kuat Arab Saudi dan Irak.
“Jadi, saya pikir sekarang yang menjadi hal paling penting adalah bagaimana memaksimalkan dua uji coba ini untuk benar-benar menggambarkan atau simulasi tentang apa yang kira-kira kita perbuat di pertandingan nanti yang sangat penting itu,” kata Coach RD saat ditemui wartawan di Jakarta, Rabu.
Timnas Indonesia dijadwalkan bertanding melawan Taiwan pada 5 September dan menghadapi Lebanon pada 8 September, keduanya di stadion yang sama di Surabaya.
Awalnya, skuad Garuda dijadwalkan melawan Kuwait, namun negara tersebut memutuskan mundur sehingga Taiwan resmi ditunjuk menjadi lawan pengganti.
Coach RD menegaskan bahwa peluang Indonesia untuk menembus Piala Dunia 2026 tetap terbuka jika para pemain mampu mempertahankan performa terbaik mereka, seperti saat menumbangkan Bahrain dan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Ia juga menyoroti bahwa Irak akan menjadi lawan yang lebih sulit dibanding Arab Saudi pada babak kualifikasi nanti, sebab dari tiga pertemuan terakhir sejak November 2023, Indonesia selalu kalah dari Irak, baik di kualifikasi Piala Dunia maupun Piala Asia 2023.
Sementara itu, rekor melawan Arab Saudi justru lebih positif, dengan satu kali imbang dan satu kali kemenangan pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Kata-kata Media Internasional Kasih Fakta Eliano Reijnders Hijrah ke Persib Bandung
“Tapi, yang paling bagus adalah kita tetap fokus saja pada permainan kita, performa kita. Dan, menghadapi Irak, memang agak lebih tidak mudah,” ujar Rahmad Darmawan.
Coach RD menambahkan bahwa bila konsistensi permainan Indonesia bisa dipertahankan, maka peluang untuk melaju semakin besar.
“Tapi, saya yakin kalau performa para pemain bisa dipertahankan. Seperti ketika melawan China main di sini (Jakarta), ketika lawan Bahrain, itu bisa dipertahankan. Saya rasa tidak menutup kemungkinan kita untuk bisa lolos dari fase ini,” tambah dia.
Optimisme dari mantan pelatih timnas U-23 ini menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain Garuda yang saat ini terus berjuang mengasah kemampuan dan menjaga kondisi menjelang jadwal padat kualifikasi.
Pertandingan FIFA Match Day September 2025 ini juga menjadi kesempatan penting bagi pelatih dan staf untuk meramu strategi, menguji komposisi pemain, serta melihat sejauh mana kekuatan lawan yang akan dihadapi di putaran berikutnya.
Dengan catatan pertemuan melawan Irak yang belum berpihak, sekaligus rekor positif kontra Arab Saudi, dua laga uji coba mendatang akan menjadi modal evaluasi yang krusial.
Dukungan penuh dari suporter di Surabaya juga diharapkan bisa memberi motivasi tambahan bagi skuad Garuda agar tampil percaya diri di lapangan.
FIFA Match Day kali ini pun menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia karena dianggap sebagai ajang pemanasan penting sebelum menghadapi pertandingan krusial pada Oktober nanti.
Dengan kesiapan mental, strategi matang, serta semangat juang yang tinggi, timnas Indonesia diyakini bisa memberikan kejutan positif di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Cedera Parah 6 Bulan, Donny Warmerdam Kembali Bela PSIM Yogyakarta
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus Saat Si Nyonya Tua Siapkan Perombakan Skuad Drastis
-
Nathan Tjoe A On Sering Hangatkan Bangku Cadangan, Tapi Kini Meledak di Willem II
-
Maarten Paes: Jadi Kiper Utama Ajax Terbuka, Saya Harus Asah Kemampuan
-
Calvin Verdonk Bawa Lille Lolos Babak 16 Besar Liga Europa
-
Julian Villa Menggila, Borneo FC Hajar Arema FC 3-1 di Segiri
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
2 Mantan Asisten Shin Tae-yong Kini Ramaikan Panggung Super League
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia