- FIFA beri hukuman yang merugikan Irak jelang lawan Timnas Indonesia.
- IFA dijatuhi sanksi denda 40 ribu dolar AS atau Rp650 juta
- Pemain andalan, Ali Al-Hamadi juga dilarang main lawan skuad Garuda
Suara.com - Kabar buruk menimpa Timnas Irak setelah FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi ganda buntut dari kerusuhan yang terjadi pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga.
Sanksi ini tidak hanya berupa denda finansial untuk federasi, tetapi juga larangan bermain untuk salah satu pemain andalan mereka.
Masalah ini berakar dari pertandingan melawan Korea Selatan yang digelar di Stadion Internasional Basra pada 5 Juni lalu.
Laga yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tim tamu itu diwarnai oleh serangkaian insiden yang memaksa FIFA turun tangan.
Setelah mempelajari laporan dari wasit dan pengawas pertandingan secara menyeluruh, FIFA akhirnya menjatuhkan hukuman.
Pertama, Federasi Sepak Bola Irak (IFA) dijatuhi denda sebesar 40 ribu dolar AS atau sekitar Rp 650 jutaan.
Hukuman ini diberikan karena federasi dianggap gagal total dalam menjalankan regulasi keamanan stadion.
"FIFA telah memutuskan untuk mendenda Federasi Sepak Bola Irak sebesar 40 ribu dolar AS karena gagal mematuhi peraturan dan keamanan," tulis pernyataan FIFA.
"Setelah sejumlah suporter menyerbu lapangan selama pertandingan melawan Korea, hal itu dikarenakan stadion penuh sesak."
Baca Juga: 3 Wajah Baru di Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday September 2025
"Dengan sekitar 64 ribu penonton yang hadir langsung. Oleh karena itu, Irak wajib membayar denda tersebut. Dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," sambungnya.
Tidak berhenti di situ, sanksi juga menimpa pilar mereka yang bermain di Inggris bersama Ipswich Town, Ali Al-Hammadi.
Rekan setim Elkan Baggott itu dijatuhi hukuman berat setelah diusir keluar lapangan dalam pertandingan melawan Korea Selatan.
"FIFA memutuskan untuk mengonfirmasi skorsing pemain Ali Al-Hammadi selama dua pertandingan, ditambah denda sebesar 5 ribu dolar AS," jelas laporan itu.
"Sesuai dengan ketentuan disiplin karena pengusirannya selama pertandingan," tambahnya.
Pihak Federasi Irak sempat berupaya mengajukan banding untuk mengurangi skorsing Al-Hammadi menjadi hanya satu pertandingan.
Berita Terkait
-
1 Jam Lagi Erick Thohir Blak-blakan Status Adrian Wibowo, Kata PSSI...
-
PSSI Pastikan Laga Timnas Indonesia di Jawa Timur Aman dari Demo Anarkis
-
Breakingnews! Mees Hilgers Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday
-
Mauro Zijlstra Jangan Harap Bisa Masuk Timnas Indonesia Senior, Patrick Kluivert Tegas Bilang Gini
-
Patrick Kluivert Dibuat Kecewa Jelang Timnas Indonesia Hadapi Taiwan, Kenapa?
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Timur Tengah Memanas! FIFA Minta Irak Datang Lebih Awal ke Meksiko Demi Tiket Piala Dunia 2026
-
Cair! Promosikan Proyek Arab Saudi, Pakar Transfer Fabrizio Romano Dicap Buzzer King Salman
-
Tak Dikasih Nomor Punggung 2, Eks Bek AC Milan Kecewa Berat hingga Serang Allegri
-
Deretan Insiden Persebaya vs Persib: Benturan Horor Federico Barba hingga Kekonyolan Adam Alis
-
Namanya Zahra Azadpour Ditembak Mati di Teheran dan Aksi Diam Timnas Putri Iran
-
Bantah Cristiano Ronaldo Tinggalkan Riyadh, Al Nassr Bagikan Kabar Lebih Buruk
-
Ngeri! Aksi Brutal Antonio Rudiger kepada Bek Getafe Dicap Percobaan Pembunuhan
-
Soroti Kepemimpinan Wasit, Marc Klok Sebut Persib Harusnya Menang atas Persebaya
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC