- Debut Gattuso Berhasil Meninggalkan Kesan Positif
- Kombinasi Mateo Retegui sebagai target man dan Moise Kean yang lincah menambah variasi serangan
- Kemenangan Hanya Awal, Konsistensi Diperlukan
Suara.com - Legenda Inter Milan dan Juventus, Marco Tardelli, angkat bicara usai kemenangan telak Gli Azzurri atas Estonia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
Italia yang kini diasuh Gennaro Gattuso membuka era baru dengan kemenangan 5-0 di Stadion Bergamo, Jumat (5/9/2025).
Tardelli, yang pernah bersinar bersama Juventus dan timnas Italia, memuji penampilan anak asuh Gattuso yang disebutnya tampil “solid” dan penuh determinasi.
Baginya, laga debut Gattuso sebagai pelatih kepala Italia sudah memberikan sinyal positif.
Dalam wawancara dengan program Dribbling yang dikutip LLSN, Tardelli menegaskan bahwa karakter Gattuso terlihat jelas di lapangan.
“Gattuso ingin menang, dia tidak hanya mencoba bermain. Dia solid, penuh tekad, dan itu sudah ia tunjukkan. Para pemain bekerja keras, dan kita bisa melihat ada sesuatu yang berbeda,” ujar Tardelli.
Menurutnya, pendekatan Gattuso membuat Italia tampil lebih konkret, bukan sekadar menguasai bola tanpa hasil.
Mentalitas juang inilah yang dianggap penting agar Gli Azzurri bisa kembali bersaing di level tertinggi.
Kemenangan ini juga mengonfirmasi potensi duet Mateo Retegui dan Moise Kean di lini depan.
Baca Juga: Mandul di Manchester United, Kok Bisa Benjamin Sesko Gacor di Slovenia?
Keduanya terlihat saling melengkapi, dengan Retegui menjadi target man klinis dan Kean menambah variasi serangan dengan mobilitasnya.
Tardelli menilai bahwa kombinasi ini bisa menjadi senjata baru Italia, terutama menghadapi lawan-lawan lebih berat di laga berikutnya.
“Italia tidak hanya tampil efisien, tapi juga punya daya ledak yang nyata di depan,” tambahnya.
Meski menang telak, Gattuso dan timnya belum bisa berpuas diri.
Italia masih duduk di posisi ketiga Grup I dan harus menghadapi Israel di laga berikutnya, partai yang juga wajib dimenangkan untuk menjaga peluang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.
Bagi Tardelli, kemenangan atas Estonia hanyalah awal.
Berita Terkait
-
Mandul di Manchester United, Kok Bisa Benjamin Sesko Gacor di Slovenia?
-
Deretan Fakta Manis di Debut Gennaro Gattuso: Duet Retegui-Kean Menjanjikan
-
Ronaldo dan Joao Felix Menggila, Portugal Hancurkan Armenia 5-0
-
Armenia vs Portugal: Laga Emosional Perdana Selecao Pasca Kepergian Diogo Jota
-
Italia Bukan Catenaccio Lagi? Gennaro Gattuso Ubah Gli Azzurri Jadi Mesin Gol
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Selesai Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Juara Bertahan, Pemimpin Klasemen, Kenapa John Herdman Cuma Panggil3Pemain Persib?
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
13 Tahun Lalu Bela Belanda, Kini Ezra Walian dan Calvin Verdonk Reuni di Timnas Indonesia
-
Persib Pesta Gol ke Gawang Persik, Bojan Hodak Bongkar Faktor X Kemenangan Maung Bandung
-
Teja Paku Alam Terabaikan Timnas Indonesia, Bukti Kokohnya Lini Belakang Persib?
-
Hasil Super League: Persib Bantai Persik 3-0, Thom Haye Cetak Gol!
-
John Herdman Realistis Soal Pemanggilan Pemain? Ini Analisa Pengamat
-
Jadwal Latihan Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
-
Ada yang Kalah Saing, 4 Pemain Keturunan Era STY yang Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia
-
PSSI Miris Lihat Serangan Rasisme ke Mikael Tata dan Kakang Rudianto yang Mencoreng Fair Play Liga 1