- Thom Haye belum mencapai kebugaran ideal setelah absen pramusim.
- Pelatih Timnas dan Persib sama-sama membatasi menit bermainnya.
- Jadwal padat ke depan jadi ujian penting untuk mengembalikan performa terbaiknya.
Suara.com - Jelang laga berat di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, sorotan besar mengarah pada kondisi Thom Haye.
Gelandang naturalisasi ini baru saja resmi berseragam Persib Bandung pada akhir Agustus, namun kehadirannya belum sepenuhnya memberi rasa aman.
Masalahnya, Haye datang tanpa modal latihan pramusim. Kondisi itu membuat kebugarannya jauh dari kata ideal.
Debutnya bersama Persib melawan Borneo FC bahkan harus tertunda karena faktor eksternal berupa demonstrasi, sehingga menit kompetitif pertamanya di Liga 1 ikut tertahan.
Sejak terakhir kali tampil pada Juni, Haye praktis kehilangan jam terbang.
Situasi ini berimbas saat dirinya dipanggil ke Timnas Indonesia.
Pelatih Patrick Kluivert memilih berhati-hati, hanya memberinya kesempatan singkat: 25 menit saat melawan Taiwan dan 30 menit kala menghadapi Lebanon.
Kembali ke Persib, evaluasi Bojan Hodak juga tak jauh berbeda.
Haye baru bermain 29 menit ketika Maung Bandung mengalahkan Persebaya 1-0.
Baca Juga: Emil Audero Buat 9 Penyelamatan Lawan Hellas Verona, Berikut Hasil Lengkap Liga Italia
“Untuk Thom, bisa dilihat dia belum punya kebugaran bertanding,” tegas Hodak, mengakui gelandang 30 tahun itu masih butuh waktu.
Perbandingan dengan rekrutan asing lain, Federico Barba dan Eliano Reijnders, semakin menonjolkan ketertinggalan Haye.
Keduanya datang dengan kondisi siap tempur setelah menjalani pramusim di Eropa, sehingga langsung nyetel dalam skuad.
Haye justru harus mengejar banyak hal untuk bisa merebut peran penting di lini tengah.
Tantangan semakin berat karena jadwal Persib sangat padat bulan ini.
Selain laga tunda melawan Borneo FC, mereka juga akan tampil di Liga Champions Asia menghadapi Lion City Sailors.
Jika tidak segera meningkatkan match fitness, Haye berpotensi makin tertekan oleh kritik publik yang menilainya “sudah habis”.
Kerja ekstra jelas dibutuhkan. Baik Persib maupun Timnas Indonesia sama-sama menunggu kembalinya sosok profesor lini tengah yang pernah jadi andalan.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Jelang Debut Bersejarah di Piala Dunia 2026, Kapten Yordania Tegaskan Skuadnya Tanpa Beban
-
Kylian Mbappe Lampaui Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia
-
Tottenham Masuk Perburuan Sandro Tonali, Newcastle United Pasang Harga Selangit
-
Kylian Mbappe: Kalau Mau Bungkam Semua Kritikus, Saya Harus Main Sampai Umur 80 Tahun
-
Kalah dari Prancis, Edouard Mendy Sesalkan Senegal yang Gagal Tingkatkan Level Permainan
-
Son Heung-min Jadi Korban Ejekan, Timnas Korea Selatan Boikot Media di Piala Dunia 2026
-
Cristiano Ronaldo Jelang Laga Pertama Portugal di Piala Dunia 2026: Saatnya Berikan Segalanya
-
Didier Deschamps Ungkap Kunci Kemenangan Prancis atas Senegal, Perubahan Posisi Jadi Penentu
-
Lionel Messi Starter, Argentina Turunkan Kekuatan Terbaik Lawan Aljazair
-
Hasil Piala Dunia 2026: Erling Haaland Cetak Brace, Irak Jadi Wakil Asia yang Pertama Kali Kalah