- Calvin Verdonk cetak sejarah bagi Indonesia
- Diturunkan pada menit ke-17 menggantikan Romain Perraud yang cedera, Verdonk langsung menghadapi tekanan tinggi dari laga derby
- Meskipun Lille kalah 3-0 dan Verdonk mendapat nilai rendah dari media Prancis, debut ini tetap memberikan pengalaman penting bagi pemain Indonesia
Suara.com - Dalam laga sengit derby du Nord atau Derby Utara antara RC Lens dan LOSC Lille dalam lanjutan Ligue 1, Calvin Verdonk resmi menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di kasta tertinggi Liga Prancis.
Verdonk, yang lahir dan dibesarkan di Belanda, diturunkan pada menit ke-17 setelah bek kiri Lille, Romain Perraud, mengalami cedera.
Pemain berusia 28 tahun ini baru bergabung dengan Lille pada akhir Agustus 2025 dari klub Belanda, Nijmegen.
Debut Verdonk pun mendapat ulasan khusus dari media Prancis, L'Equipe.
Menurut media kenamaan Prancis itu, Verdonk langsung merasakan tantangan besar.
"Tidak butuh waktu lama bagi pemain berdarah Indonesia ini untuk menunjukkan agresivitasnya, meski harus berurusan dengan kartu kuning akibat tekel kurang sempurna terhadap gelandang Lens, Mamadou Sangare,"
"Verdonk memang dikenal sebagai pemain bertahan yang tangguh,"
"Meski lahir dan berkembang di Belanda, ia memilih untuk membela timnas Indonesia, negara asal ayahnya. Debutnya bersama timnas Garuda terjadi pada Juni 2024, dan hingga kini ia telah mengumpulkan 11 caps,"
Sementara itu, menurut rating dari footmercato, Verdonk hanya mendapat nilai 3.5/10.
Baca Juga: Rapor Calvin Verdonk Debut di Ligue 1: LOSC Lille Digilas RC Lens
"Verdonk kesulitan menghadapi pergerakan Thauvin di sisi kanan, meninggalkan sisi kiri Lille terbuka saat gol ketiga Lens terjadi," ulas media Prancis tersebut. '
Derby du Nord sendiri selalu dikenal sebagai laga dengan intensitas tinggi dan atmosfer fanatik.
Dengan Lens unggul 3-0 lewat gol Wesley Said, Florian Thauvin, dan Rayan Fofana, Lille tampil kewalahan menghadapi tekanan tuan rumah.
Walaupun hasil pertandingan tidak berpihak pada Lille, Verdonk mendapatkan pengalaman berharga menghadapi situasi kompetitif di level tertinggi.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Rapor Calvin Verdonk Debut di Ligue 1: LOSC Lille Digilas RC Lens
-
Willem II vs Jong Ajax: Rapor Nathan Tjoe-A-On Tundukkan 2 Pemain Keturunan Indonesia
-
Siapa Aaron Ang? Kiper Indonesia di Sevilla, Suksesor Emil Audero dan Maarten Paes
-
Kata-kata Berkelas Emil Audero: Ogah Jemawa, Siap Bikin Pemain Parma Frustasi
-
Emil Audero Jadi Kunci! Cremonese Bidik Jungkalkan Parma di Kandang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur, Wacana Jual Saham Piala Dunia Picu Kontroversi
-
Pemberantasan Tramadol Ilegal, Dedi Mulyadi Minta Aparat dan Warga Bergerak Bersama
-
Sering Kita Lakukan, 7 Hal Sederhana Ini Ternyata Ciri Khas Orang Indonesia Asli
-
Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC
-
Hari Ini, Pramudi Jaklingko M44 Gelar Aksi Demo di Menteng
-
Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban
-
Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz
-
Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina
-
Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer
-
Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu