- Sejumlah pemain Timnas Indonesia di Eropa minim menit bermain musim ini.
- Nama-nama seperti Marselino, Jenner, hingga Hilgers alami situasi pelik.
- Kondisi ini jadi pekerjaan rumah besar untuk pelatih Patrick Kluivert.
Suara.com - Ekspektasi publik terhadap para pemain Timnas Indonesia yang merumput di Eropa begitu tinggi.
Namun, realitas di klub justru berbanding terbalik: banyak dari mereka kesulitan mendapatkan menit bermain reguler.
Salah satu yang paling disorot adalah Marselino Ferdinan. Sejak resmi bergabung dengan Oxford United pada 2024, ia baru dua kali diturunkan.
Musim panas 2025, gelandang muda itu dipinjamkan ke AS Trencin di Slovakia, tetapi hingga kini belum melakoni debut karena terkendala administrasi.
Kisah serupa dialami Ivar Jenner. Gelandang FC Utrecht itu harus turun kasta ke tim U-21 musim ini.
Bahkan, namanya tak tercatat dalam skuad utama klub untuk kompetisi 2025/2026.
Di Belgia, Ragnar Oratmangoen juga menghadapi tantangan serupa.
Bersama FCV Dender, ia baru mencatat empat penampilan dengan total 131 menit.
Awal musim, ia bahkan absen akibat masalah kesehatan yang menghambat performanya.
Baca Juga: Adrian Wibowo dan Miliano Jonathans Berselisih Silang Pendapat, Ada Apa?
Situasi lebih sulit dialami Mauro Zijlstra, penyerang anyar Timnas Indonesia.
Di klubnya, FC Volendam, ia belum sekalipun mendapat kesempatan tampil musim ini.
Meski demikian, pelatih Patrick Kluivert tetap memberi kepercayaan kepadanya untuk memperkuat skuad Garuda di FIFA Matchday September 2025.
Sementara itu, masalah paling pelik menghantam Mees Hilgers. Bek andalan Indonesia tersebut dibekukan oleh FC Twente akibat polemik kontrak.
Hilgers sama sekali belum diturunkan sejak awal musim, membuat posisinya di klub benar-benar terjepit.
Kondisi ini jelas menjadi perhatian serius bagipelatih Patrick Kluivert.
Walaupun jarang tampil di level klub, nama-nama tersebut masih jadi pilar penting di Timnas Indonesia.
Kini, tantangan terbesar mereka adalah menjaga kebugaran dan performa agar tetap siap saat dipercaya membela Garuda.
Berita Terkait
-
Teka-teki Debut Calvin Verdonk di Liga Europa, Publik Indonesia Menanti
-
Asosiasi Pemain Belanda Soal Kasus Mees Hilgers: FC Twente Salahgunakan Kekuasaan
-
Empat Pemain Diaspora Timnas Indonesia yang Lagi On Fire Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Mulai dari Rp 30.900, Tiket Pertandingan Timnas Indonesia vs Arab Saudi Sudah Bisa Dibeli
-
SAFF Ultimatum Suporter Timnas Indonesia: Jangan Coba-coba Beli Tiket Jatah Arab Saudi
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Festival Bedhayan VI 2026: Simfoni Agung Pelestarian Budaya di Jantung Jakarta
-
Polda Metro Dalami Legalitas Ekskul Menembak Terkait 995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel
-
Mengaku Pencinta K-Pop, tapi Gagap saat Berhadapan dengan Kebudayaan Sendiri
-
3 Bedak Padat untuk Usia 40-an: Bisa Samarkan Kerutan Halus, Makeup Jadi Mulus
-
Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'