- Calvin Verdonk catat rating tertinggi di Lille (7,3) meski kalah dari Lyon.
- Bek Timnas Indonesia itu mencetak 3 peluang, terbanyak di laga tersebut.
- Aksi panas lawan Tagliafico dan Fofana menunjukkan mental tangguh Verdonk.
Suara.com - Calvin Verdonk kembali mencuri perhatian di Liga Prancis. Dalam duel sengit antara LOSC Lille dan Olympique Lyon, bek Timnas Indonesia itu justru menjadi pemain terbaik timnya meski laga berakhir pahit.
Pertandingan pekan keenam Ligue 1 2025/26 digelar di Stade Pierre Mauroy, Senin dini hari WIB.
Lille harus rela takluk 0-1 lewat gol cepat Tyler Morton pada menit ke-13, setelah menerima umpan matang dari Nicolas Tagliafico.
Tagliafico tampil menawan dengan rating 8,3 dari Whoscored. Catatannya impresif: satu assist, akurasi umpan 78 persen, tiga tekel, hingga dua duel udara sukses.
Namun sorotan publik justru tak hanya berhenti pada eks bek kiri Argentina itu.
Menurut data FotMob, Calvin Verdonk meraih rating tertinggi di skuad Lille dengan angka 7,3.
Angka tersebut lebih baik dari rekan setimnya, termasuk Pardo yang mendapat 7,1.
Tak berhenti di situ, Verdonk juga jadi pemain dengan peluang terbanyak di lapangan—tiga kesempatan berhasil ia ciptakan, unggul dari seluruh pemain Lille maupun Lyon.
Secara keseluruhan, Verdonk menutup laga dengan statistik solid: 82 persen akurasi umpan, dua kemenangan duel udara, satu tekel sukses, tiga clearance, serta dua intersep.
Baca Juga: Debut di Pentas Eropa, Calvin Verdonk Hapus Kenangan Pahit yang Digoreskan Klub Marselino Ferdinan
Laga ini sempat memanas ketika Lyon melakukan serangan balik.
Verdonk yang biasanya beroperasi di sisi kiri, nekat bergerak ke kanan demi menghadang laju Tagliafico.
Intersepsinya membuat sang juara Piala Dunia 2022 terjatuh.
Tagliafico terlihat kesal dan mencoba melancarkan balasan. Ketegangan makin menjadi setelah Malick Fofana, winger Lyon, ikut melakukan provokasi dengan adu kepala.
Namun, Verdonk memilih menahan diri dan segera kembali fokus menjaga area pertahanan.
Keberanian menghadapi dua pemain kunci Lyon itu jadi bukti mentalitas tangguh Verdonk.
Berita Terkait
-
Calvin Verdonk Banjir Kritik dan Pujian usai Bersinar Bareng Lille
-
Aksi 'Gila' Calvin Verdonk Lawan Lyon: Tabrak Tagliafico, Adu Tensi dengan Malick Fofana
-
Calvin Verdonk Cs Ditekuk Lyon, Bos Lille Murka Tuding Mafia Wasit
-
Rapor Pemain Lille Usai Ditekuk Lyon: Giroud Mandul, Calvin Verdonk Trengginas
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil