-
Calvin Verdonk akan kembali berduel dengan Saud Abdulhamid pada laga Indonesia vs Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Keduanya sudah tiga kali bertemu sebelumnya, baik di klub maupun level timnas
-
Duel di sisi sayap ini bisa jadi penentu alur serangan dan peluang Indonesia menjaga asa lolos
Suara.com - Laga perdana Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi pada 9 Oktober mendatang akan memiliki bumbu duel personal yang sangat menarik.
Bek kiri andalan skuad Garuda, Calvin Verdonk akan kembali berhadapan dengan salah satu lawan tersulitnya yaitu bek kanan Timnas Arab Saudi yang merumput di Prancis, Saud Abdulhamid.
Ternyata Calvin Verdonk dan Saud Abdulhamid sudah memiliki riwayat pertemuan yang cukup intens di atas lapangan hijau.
Duel terakhir mereka terjadi di panggung Ligue 1 Prancis. Momen itu terjadi saat Verdonk melakoni debut bersama LOSC Lille dan berhadapan dengan RC Lens, klub yang diperkuat oleh Saud Abdulhamid.
Meskipun Verdonk bermain sebagai bek kiri dan Abdulhamid menempati posisi gelandang kanan dalam laga tersebut, keduanya berulang kali terlibat dalam duel langsung di sisi yang sama, memberikan gambaran betapa sengitnya pertarungan mereka nanti di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sayangnya dalam pertandingan itu, klub Calvin Verdonk tumbang dengan skor telak 0-3 atas RC Lens.
Rekam jejak pertemuan keduanya tidak hanya terjadi di Eropa. Verdonk juga pernah berhadapan dengan Saud Abdulhamid di level tim nasional.
Dua pertemuan lainnya terjadi saat Verdonk membela Timnas Indonesia dalam laga di Arab Saudi dan saat skuad Garuda berhasil mencuri kemenangan bersejarah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Kini Saud Abdulhamid mendapatkan panggilan untuk memperkuat The Green Falcons, duel di Jeddah nanti akan menjadi pertemuan keempat antara kedua pemain ini.
Baca Juga: Pemain Keturunan Batak Ngebet Bela Timnas Indonesia Usai Dikontrak Melbourne City
Pertarungan di sisi sayap ini akan sangat menentukan alur serangan kedua tim.
Bagi Verdonk, ini adalah ujian sesungguhnya. Ia harus memenangkan duel pribadi ini agar Timnas Indonesia bisa menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Jelang Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Irak Dibuat Pusing Kesalahan Konyol Pemainnya
-
Timnas Indonesia Krisis Bek Kanan, 3 Nama Ini Bisa Gantikan Sandy Walsh yang Cedera
-
5 Pemain Berpotensi Absen Bela Timnas Indonesia karena Cedera
-
Jens Raven Diceramahi Netizen usai Selamati Mathew Baker
-
Harga Tiket Timnas Indonesia vs Arab Saudi Bikin Kaget, Serba Murah tapi...
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara