- Arab Saudi memulai pemusatan latihan di Jeddah untuk play-off Piala Dunia 2026.
- Herve Renard fokus pada koordinasi tim, soliditas pertahanan, dan efektivitas serangan.
- Kombinasi pemain senior, talenta muda, serta tiga legiun Eropa akan jadi kekuatan utama.
Suara.com - Arab Saudi resmi memulai langkah serius jelang babak play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tim asuhan Hervé Renard langsung menggelar pemusatan latihan di Jeddah sejak Kamis (2/10/2025) waktu setempat.
Play-off yang mempertemukan Saudi dengan Timnas Indonesia dan Irak bakal digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Duel ini krusial karena menjadi gerbang terakhir menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Renard, pelatih asal Prancis, menegaskan persiapan kali ini bukan hanya soal fisik, tapi juga kecerdasan taktik.
Ia dijadwalkan mengadakan pertemuan khusus dengan para pemain untuk membahas strategi menghadapi kedua lawan.
Dalam laporan News50.sa, fokus latihan dititikberatkan pada koordinasi antarlini, efektivitas memanfaatkan peluang, serta menjaga pertahanan tetap kokoh agar bisa tampil dominan sepanjang laga.
Untuk skuad, Renard membawa komposisi seimbang antara pemain berpengalaman dan darah muda.
Nama-nama seperti Nawar Al-Aqidi, Abdulrahman Al-Sanbi, dan Mohammed Al-Yami mengisi lini utama, sementara figur senior Salem Al-Dawsari dan Abdullah Al-Khaibri diharapkan memberi stabilitas.
Baca Juga: Nadeo Argawinata Jadi Kiper Utama Timnas Indonesia vs Arab Saudi, Kemungkinan Besar Bisa Terjadi
Di lini depan, talenta muda seperti Firas Al-Breikan dan Musab Al-Jawair dipercaya bisa memberi variasi serangan.
Tak hanya itu, kekuatan tim akan bertambah dengan hadirnya tiga pemain yang berkarier di Eropa: Saud Abdulhamid (Lens, Prancis), Marwan Al-Sahafi (Royal Antwerp, Belgia), dan Muhannad Al-Saad (Lausanne, Swiss).
Mereka dijadwalkan bergabung setelah menuntaskan jadwal kompetisi klub masing-masing.
Dengan komposisi ini, Arab Saudi berambisi memastikan langkah ke putaran final Piala Dunia 2026 sekaligus menjaga reputasi sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Diabaikan Kluivert, Ivar Jenner Justru Masuk Skuad Timnas untuk SEA Games
-
5 Pemain Timnas Indonesia yang On Fire Jelang Hadapi Arab Saudi
-
Urus Pindah WNI Sendiri, Kiper 191 Cm Keturunan Jawa-Iran Ini Sudah Sangat Layak Bela Timnas
-
Thom Haye Jadi Penghangat Bangku Cadangan di Persib Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Infrastruktur Terburuk di Eropa, UEFA Ancam Cabut Status Tuan Rumah Italia di Piala Eropa 2032
-
Thomas Tuchel Peringkatkan Phil Foden, Bisa Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026
-
Adem Ayem, Legenda Futsal Indonesia Puji Sosok Hector Souto
-
Belum Aman dari Degradasi, PSIM Yogyakarta Bidik Poin di Kandang Dewa United
-
Dony Tri Pamungkas Jawab Rumor Abroad Ke Eropa Setelah Dapat Wejangan Khusus dari Calvin Verdonk
-
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina Mundur dari Kursi Ketum FIGC
-
4 Bintang Persija Jakarta Kembali Usai Bela Timnas Indonesia Kini Siap Tempur Lawan Bhayangkara FC
-
Buntut Kasus Dean James, Total 25 Pemain Asing di Belanda Ikut Terseret Skandal Paspor KNVB
-
BRI Super League: Borneo FC Waspadai Kebangkitan Madura United
-
Peran Krusial Ajax Selamatkan Maarten Paes dari Jerat Sanksi KNVB