- Lille kini mencatat dua kemenangan dari dua laga penyisihan Liga Europa.
- Pelatih Lille Bruno Genesio mengakui baru kali ini menyaksikan peristiwa semacam itu.
- Pemain Roma Artem Dovbyk dua kali gagal menaklukkan Ozer meski wasit memutuskan penalti harus diulang.
Suara.com - Ada cerita menarik dibalik kemenangan Lille atas AS Roma.
Wakil Perancis itu menggebuk tuan rumah, 1-0 berkat gol Hakon Arnar Haraldsson dalam laga Liga Europa di Stadio Olimpico, Jumat (3/10/2025) dini hari WIB.
Kiper Lille Berke Ozer menunjukkan aksi heroik sekaligus menjadi pahlawan kemenangan setelah menggagalkan tiga penalti beruntun AS Roma.
Momen itu terjadi pada menit ke-85 ketika Roma berupaya menyamakan kedudukan setelah tertinggal 0-1, namun semua peluang dari titik putih selalu dimentahkan oleh penjaga gawang asal Turki tersebut.
"Itu terasa tidak ada habisnya," kata gelandang Lille Nabil Bentaleb melansir ANTARA dari ESPN.
"Berke melakukan tiga penyelamatan hebat, kami berutang kemenangan ini padanya."
Dalam situasi yang jarang terjadi, pemain Roma Artem Dovbyk dua kali gagal menaklukkan Ozer meski wasit memutuskan penalti harus diulang karena pelanggaran pemain lain masuk kotak penalti.
Roma kemudian mengganti eksekutor dengan Matias Soule di percobaan ketiga, tetapi tembakannya masih bisa ditepis Ozer yang melompat ke sisi kanan gawang. Seluruh rangkaian upaya tendangan penalti itu berlangsung dalam rentang empat menit.
Pelatih Lille Bruno Genesio mengakui baru kali ini menyaksikan peristiwa semacam itu. "Akhir pertandingan sangat intens. Ini pertama kalinya saya melihat tiga penalti berturut-turut bisa digagalkan," katanya.
Baca Juga: Jungkalkan AS Roma di Olimpico, Calvin Verdonk Cs Pecah Rekor
Ia menilai hasil ini menjadi hadiah besar setelah kekalahan dari Lens dan Lyon, meski tetap mengingatkan timnya belum meraih apa pun.
Di sisi lain, pelatih Roma Gian Piero Gasperini menilai kegagalan penalti berpengaruh besar pada hasil akhir. Ia menyebut penalti itu seharusnya bisa menjadi titik balik, namun mengakui timnya tidak cukup kuat untuk memanfaatkan peluang.
"Kami mengejar hasil hingga peluit akhir, tetapi pada akhirnya penalti itu sangat memengaruhi jalannya pertandingan," katanya.
Roma sebenarnya tampil menekan setelah tertinggal lebih dulu melalui gol Hakon Arnar Haraldsson pada menit keenam. Namun kegigihan mereka berujung sia-sia setelah tiga kesempatan emas dari titik putih berakhir di tangan kiper Lille.
Lille kini mencatat dua kemenangan dari dua laga penyisihan Liga Europa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
-
Bojan Hodak Waspadai Strategi Bertahan Madura United Saat Persib Bandung Kejar Poin Penuh Kandang
-
Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang
-
Dejan Antonic Sebut Duel Semen Padang Lawan Bhayangkara FC Lucu Karena VAR Rusak dan Penalti
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Federico Dimarco Ingin Inter Milan Cetak Gol Cepat Lawan Bodo/Glimt
-
Juventus Tertinggal 2-5, Masih Bisa Comeback? Ini Hitung-hitungan Realistisnya!
-
TVRI Modernisasi Sistem Penyiaran Sambut Piala Dunia 2026