- Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menegaskan bahwa eksekusi bola mati akan menjadi salah satu senjata utama
- Meskipun bola mati menjadi fokus, Kluivert menekankan bahwa kemenangan tidak hanya bergantung pada set piece.
- Timnas Arab Saudi dibantu Nicolas Jover, pakar set piece yang sebelumnya sukses di Arsenal dan Manchester City.
Suara.com - Pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menegaskan bahwa timnya akan memaksimalkan eksekusi bola mati sebagai salah satu kunci untuk menundukkan tuan rumah Arab Saudi pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Kamis (9/10) pukul 00.15 WIB.
“Kami harus mengeksekusinya dengan baik,” kata Kluivert dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan di Jeddah, Selasa (7/10).
Menurut pelatih asal Belanda itu, bola mati menjadi senjata penting yang dapat membuat perbedaan di laga besar seperti ini.
Ia mencontohkan bagaimana skema serupa telah membawa hasil manis bagi tim Garuda dalam pertandingan uji coba melawan Taiwan bulan lalu di Surabaya.
Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 6-0 untuk Indonesia, tiga dari enam gol tercipta dari situasi bola mati — termasuk gol pembuka oleh Jordi Amat dan gol penutup lewat sontekan Sandy Walsh.
“Pertandingan terakhir kami mencetak dua atau tiga gol melalui bola mati,” ujar Kluivert.
“Kami tahu, di level internasional, detail kecil seperti itu bisa menentukan hasil akhir.” tambahnya.
Namun, Kluivert menegaskan bahwa mengandalkan bola mati saja tidak akan cukup untuk mengalahkan The Green Falcons — julukan Arab Saudi. Menurutnya, Indonesia harus tampil sempurna dalam segala aspek permainan.
“Besok kami harus tajam. Kami harus setajam pisau, tidak hanya dalam bola mati. Sepanjang pertandingan, 100 menit, kami harus fokus, disiplin, dan berani,” tegasnya.
Baca Juga: Patrick Kluivert Rahasiakan Kondisi Ole Romeny Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Dengan mengandalkan set piece sebagai salah satu senjata rahasia untuk tundukkan Arab Saudi, Kluivert artinya sudah mengantongi kelemahan pakar set piece di Arab Saudi, Nicolas Jover.
Seperti diketahui Arab Saudi saat ini mempekerjakan Jover untuk memperkuat strategi bola mati mereka.
Dilansir dari Riyadiya TV, Jover sudah bergabung dengan skuad asuhan Herve Renard dalam pemusatan latihan di Republik Ceko beberapa waktu lalu.
“Pelatih spesialis set piece Arsenal, Nicolas Jover, kini menemani Timnas Arab Saudi dan akan mendampingi tim menghadapi Indonesia dan Irak,” tulis akun resmi @riyadiyatv.
Jover memulai karier sebagai analis video di Montpellier sebelum menjadi spesialis bola mati di Brentford pada 2016.
Ia semakin dikenal ketika dibawa Pep Guardiola ke Manchester City pada 2019, lalu bergabung bersama Mikel Arteta di Arsenal sejak 2021.
Jover dianggap sebagai pakar set piece saat berada di Arsenal. Keberadaan Jover membuat Arsenal tampil beda.
Pada musim lalu, Arsenal mencetak dua gol dari tendangan sudut di derby London Utara, menyamai rekor Premier League dengan 16 gol dari set piece, dan secara total mengumpulkan 22 gol.
Berita Terkait
-
Patrick Kluivert Rahasiakan Kondisi Ole Romeny Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi
-
Patrick Kluivert: Tak Ada Alasan Khawatir Sama Wasit
-
PSSI Jual Tiket Uji Coba Timnas Indonesia U-23 vs India Murah-meriah
-
Seruan Menggetarkan Patrick Kluivert Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi
-
Jelang Lawan Arab Saudi, Tiga Bek Diaspora Timnas Indonesia Cetak Momen Gila
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Walhi Soroti Karhutla Papua Makin Meluas di Tengah Proyek Pangan 2,5 Juta Hektare
-
Prabowo Kejar PLTS 100 GWp Rampung 2029, Target Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun
-
Touring Lintangnusa Bawa Semangat Kemerdekaan ke Sekolah Pelosok
-
Mengatur Napas, Menata Diri: Mengenal Ilmu Pernapasan Meditasi Leung Fung
-
BRI KPR Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Tawarkan Tenor hingga 30 Tahun
-
Memprihatinkan! 30 Persen Lebih Desa di Sulbar Tidak Bisa Akses Internet
-
Dear Seskab Teddy! Pandji Pragiwaksono: Rakyat Ngomong Bedebah, Presidennya Ngomong Ndasmu
-
Review Film Little Women, Menolak Tunduk pada Zaman
-
5 Rekomendasi Smartwatch NFC untuk Pembayaran Cashless dan Cek E-Money
-
Anak-anak Pemikul Air di Gaza, Tinggalkan Sekolah Hingga Alami Kerusakan Tulang Belakang