Bola / Bola Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 | 11:47 WIB
Mauricio Souza (IG Persija Jakarta)
Baca 10 detik
  • Mauricio Souza menyebut buruknya performa laga kandang menjadi penyebab utama Persija Jakarta gagal juara.

  • Persija kehilangan 11 poin penting di Jakarta akibat beberapa hasil imbang dan kekalahan.

  • Walau gagal juara, Persija sukses memecahkan rekor poin tertinggi mereka sepanjang sejarah Liga 1.

Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkap evaluasinya terhadap perjalanan Macan Kemayoran sepanjang Super League 2025/2026. Salah satu yang diungkapnya adalah alasan mengapa timnya gagal juara.

Meski sukses finis di posisi ketiga klasemen akhir dengan raihan 71 poin, Mauricio menilai Persija sebenarnya punya peluang untuk mengakhiri musim dengan pencapaian yang lebih tinggi.

Menurut pelatih asal Brasil tersebut, performa Persija saat bermain di kandang menjadi faktor yang paling memengaruhi kegagalan tim bersaing hingga akhir perebutan gelar juara.

Mauricio Souza kritik kepemimpinan wasit usai Persija kalah 1-2 dari Persib di Super League 2025/2026. Ia soroti insiden kartu dan keputusan VAR di Stadion Segiri. [Dok. IG Mauricio Souza]

“Mengenai musim ini, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang," kata Souza kepada awak media. 

"Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi. Secara historis, tim yang bermain bagus di luar kandang biasanya memiliki keuntungan besar di kompetisi, dan kami adalah tim terbaik saat bermain tandang,” jelasnya.

Sepanjang musim ini, Persija memang tampil impresif ketika menjalani laga tandang. Macan Kemayoran berhasil mengoleksi 34 poin hasil dari 11 kemenangan dan satu kali imbang saat bermain away.

Catatan tersebut menjadikan Persija sebagai salah satu tim dengan performa tandang paling konsisten di Super League 2025/2026. 

Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mempersembahkan kemenangan timnya di laga perdana Super League 2025/2026 melawan Persita Tangerang, karena ini adalah hari ayah di Brasil. [Dok. I.League]

Namun, hasil di kandang justru membuat langkah mereka tertahan dalam persaingan papan atas.

Secara statistik, Persija sama-sama mencatatkan 11 kemenangan saat bermain kandang maupun tandang. 

Baca Juga: Thom Haye Sindir Pelatih Borneo FC Usai Keluhkan Aruran Head to Head

Akan tetapi, mereka kehilangan cukup banyak poin di Jakarta setelah empat kali bermain imbang melawan Malut United, Bali United, Borneo FC, dan Dewa United. 

Selain itu, Persija juga harus menelan dua kekalahan saat menjamu Arema FC serta rival abadi mereka, Persib Bandung.

“Kami meraih poin terbanyak di laga tandang. Namun, di kandang sendiri, kami kehilangan sekitar 11 poin," ucapnya.

"Belum lagi beberapa pertandingan di mana ada pemain kami yang terkena kartu merah, yang akhirnya merugikan kami,” sambungnya.

Meski gagal meraih trofi, Mauricio tetap memberikan apresiasi tinggi kepada perjuangan anak asuhnya sepanjang musim. 

Di bawah kepemimpinannya, Persija berhasil mencatat salah satu musim terbaik dalam satu dekade terakhir.

Raihan 71 poin musim ini bahkan menjadi rekor poin tertinggi Persija sejak era Liga 1 dimulai. 

Catatan tersebut memperlihatkan peningkatan signifikan Macan Kemayoran dalam persaingan papan atas sepak bola nasional.

Load More