Bola / Bola Indonesia
Kamis, 09 Oktober 2025 | 15:47 WIB
Timnas Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Berikut tiga faktor utama yang membuat Garuda gagal mempertahankan keunggulan. [Dok. IG Timnas Indonesia]
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia cetak dua gol ke gawang tim sekelas Arab Saudi.
  • Mental juang Garuda tak luntur meski tertinggal di laga tandang.
  • Kluivert tunjukkan fleksibilitas taktik jelang laga krusial lawan Irak.

Suara.com - Timnas Indonesia memang belum berhasil membawa pulang poin dari laga pembuka Grup B Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Bertanding di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, pada Rabu (9/10/2025), skuad Garuda takluk 2-3 dari tuan rumah Arab Saudi.

Namun di balik hasil pahit itu, permainan anak asuh Patrick Kluivert meninggalkan dua catatan positif yang layak diapresiasi.

1. Efektivitas Serangan: Dua Gol ke Gawang Raksasa Asia

Satu hal yang langsung mencuri perhatian adalah keberhasilan Indonesia mencetak dua gol ke gawang Arab Saudi—tim yang hampir tak pernah absen di ajang Piala Dunia.

Kevin Diks tampil gemilang dengan dua eksekusi penalti yang sempurna.

Ketajamannya menjadi bukti bahwa Indonesia kini punya pemain dengan kepercayaan diri tinggi di situasi-situasi krusial.

Dua gol ini juga memperlihatkan bahwa Indonesia tak hanya bertahan pasif melawan tim besar.

Garuda mampu mengonversi peluang dengan baik, sekaligus mengirim pesan bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan di zona Asia.

Baca Juga: Istri Thom Haye Keram Perut, Jadi Korban Perlakuan Kasar Aparat Keamanan Arab Saudi di Stadion

Lebih dari itu, gol kedua Diks di menit ke-88 menegaskan bahwa tim tak menyerah meski sempat tertinggal dua gol.

Semangat untuk terus menekan hingga akhir laga memperlihatkan karakter kuat yang selama ini dicari dari skuad nasional.

Mentalitas pantang menyerah ini menjadi fondasi penting bagi Timnas Indonesia untuk menghadapi lawan-lawan berat berikutnya.

2. Mentalitas dan Taktik yang Kian Matang

Meski gagal meraih poin, performa Indonesia tak bisa dibilang buruk. Mereka bermain disiplin, fokus, dan berani menghadapi tekanan sepanjang laga.

Pelatih Patrick Kluivert menunjukkan kecerdikan taktiknya di babak kedua.

Masuknya Eliano Reijnders menjadi contoh bagaimana sang pelatih menyesuaikan strategi demi menjaga keseimbangan tim di tengah tekanan intens lawan.

Bermain melawan tim dengan kualitas dan pengalaman setingkat Arab Saudi memberikan pengalaman berharga bagi para pemain.

Mereka bisa belajar bagaimana mengelola ritme cepat, tekanan tinggi, dan transisi menyerang yang efisien.

Tak kalah penting, dukungan luar biasa dari suporter yang memadati stadion menambah semangat juang para pemain hingga menit terakhir pertandingan.

Menuju Laga Penentu vs Irak

Dua hal positif dari kekalahan ini—kemampuan mencetak gol melawan lawan kuat dan mentalitas juang tinggi—bisa jadi modal berharga bagi Indonesia.

Garuda akan menghadapi Irak di laga berikutnya, partai yang berpotensi menentukan langkah mereka menuju impian besar: tampil di Piala Dunia 2026.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Load More