- Kegagalan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 memunculkan wacana perlunya sosok baru yang fokus memimpin PSSI.
- Mirwan Suwarso dinilai layak menggantikan Erick Thohir berkat pengalamannya memimpin klub Serie A, Como 1907, dengan manajemen modern dan visi jangka panjang.
- Selain itu, jaringan globalnya di Eropa menjadi modal penting untuk membawa sepak bola Indonesia ke level lebih profesional.
Suara.com - Kegagalan Timnas Indonesia dalam melaju ke Piala Dunia 2026 perlu mendapatkan evaluasi, termasuk adanya Ketum PSSI baru yang saat ini dipimpin oleh Erick Thohir.
Tak ada yang meragukan kemampuan Erick Thohir dalam memimpin PSSI selama ini. Proses naturalisasi pemain keturunan diurus dengan cepat, mendatangkan Patrick Kluivert cs, hingga sponsor untuk kompetisi lokal.
Namun, Erick Thohir kini memiliki jabatan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), ada banyak cakupan olahraga yang perlu dirinya urus. Sehingga, PSSI perlu sosok yang fokus untuk mengurus sepak bola.
Indonesia punya banyak putra bangsa yang hebat. Salah satunya adalah Mirwan Suwarso. Ia memiliki kualifikasi dan pengalaman yang pantas untuk menjadi Ketum PSSI yang baru.
Berikut adalah tiga alasan Mirwan Suwarso pantas jadi Ketum PSSI yang baru:
1. Berpengalaman dalam Manajemen Sepak Bola Modern
Mirwan saat ini berstatus sebagai presiden klub Serie A, Como 1907. Ia memiliki pengalaman serupa dengan Erick Thohir yang pernah memimpin Inter Milan di kompetisi yang sama.
Jabatan saat ini membuat Mirwan memahami standar manajemen sepak bola Eropa yang profesional dan berorientasi jangka panjang.
Ia terbukti mampu membawa Como berkembang secara stabil, baik dari sisi finansial maupun pembinaan pemain.
Baca Juga: Dulu Bilang Siap Dihujat, Erick Thohir Kini Batasi Kolom Komentar
Como berhasil terhindar dari degradasi pada musim pertama di Serie A Italia. Pada musim ini, mereka berada di posisi delapan klasemen dementara dengan sembilan poin dari enam laga.
2. Visioner dan Terbuka terhadap Pembinaan Jangka Panjang
Mirwan mengelola Como dengan pikiran jangka panjang. Di klubnya sekarang, dirinya sudah mempersiapkan segala hal, termasuk jika ditinggalkan pelatih sekarang, Cesc Fabregas, atau ada petinggi klub yang hengkang.
Sehingga, apabila dirinya tak lagi di Como dan Cesc Fabregas juga hengkang, klub itu dipastikan bakal tetap baik-baik saja.
"Kami harus punya rencana suksesi , bukan hanya untuk pelatih, tapi juga untuk setiap posisi eksekutif. Bahkan saya sendiri sudah punya pengganti. Kami melatih orang untuk siap mengambil alih, dari CEO hingga posisi lain,” ujar Mirwan, dikutip dari Sportitalia.
"Cesc bukan hanya pelatih, tetapi juga bagian penting dari identitas klub. Jadi, jika dia memutuskan untuk pergi, dia akan membantu memilih siapa yang pantas menggantikannya," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Dulu Bilang Siap Dihujat, Erick Thohir Kini Batasi Kolom Komentar
-
Timnas Indonesia Racikan Patrick Kluivert Gagal, Tanggung Jawab PSSI Dinanti
-
Viral #ErickOut, Siapa yang Berhak Memecat Ketum PSSI?
-
3 Tagar Trending usai Timnas Indonesia Gagal ke Pildun: Ada #KluivertOut dan #ErickOut
-
Kata-kata Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Justin Hubner Sindir NAC Breda yang Picu Polemik Paspoortgate di Belanda
-
Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain, Bojan Hodak Puji Kerja Keras Pasukannya
-
Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam
-
Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Timnas Futsal Indonesia, Ini Kata Pelatih Thailand
-
Kalah dari Dewa United, Hendri Susilo: Pemain Tidak Patuh
-
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
-
Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto
-
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah, Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga
-
Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi
-
Lille Pesta Gol 4-0 atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil 14 Menit