- Van Nistelrooy bukan hanya pencetak gol, dia adalah mesin yang hidup dari naluri mencetak.
- Bagi pria kelahiran Oss ini, setiap sentuhan bola di kotak penalti adalah peluang emas yang harus dikonversi menjadi gol.
- Karier Van Nistelrooy dimulai dari bawah, di klub kecil FC Den Bosch di kasta kedua Belanda.
Mesin Gol Tanpa Henti di Old Trafford
Dalam lima musim di Manchester, Van Nistelrooy mencetak 150 gol dalam 215 laga, rata-rata satu gol tiap 128 menit.
Ia juga tiga kali menjadi top skor Liga Champions dan dua kali memimpin daftar pencetak gol Premier League.
Musim 2002/03 jadi puncaknya. Van Nistelrooy mencetak 44 gol di semua kompetisi rekor pemain Premier League yang belum terpecahkan hingga kini.
Ketajamannya membuat Sir Alex menyebutnya sebagai “pembunuh sejati di depan gawang.”
“Dia tidak peduli berapa jarak larinya dalam pertandingan,” tulis Ferguson dalam autobiografinya.
“Yang penting bagi Ruud hanyalah satu hal, berapa gol yang dia cetak.”
Rivalitas dengan Arsenal dan Penebusan Dendam
Van Nistelrooy menjadi tokoh sentral dalam rivalitas panas Manchester United dan Arsenal di awal 2000-an.
Baca Juga: Ruben Amorim Makin Pede Usai Kalahkan Brighton, Katanya Manchester United Pantas Menang
Siapa yang bisa lupa “Battle of Old Trafford”? Penalti gagal Ruud yang membuat pemain Arsenal mengejeknya jadi salah satu momen paling ikonik Premier League.
Namun satu tahun kemudian, dia membalas dendam.
Penalti Van Nistelrooy ke gawang Arsenal mengakhiri rekor 49 pertandingan tak terkalahkan The Gunners pada 2004.
Real Madrid dan Senja Karier
Pada 2006, Van Nistelrooy pindah ke Real Madrid seharga £10,5 juta.
Lagi-lagi, langsung jadi mesin gol, 25 gol di musim pertama dan membawa Los Blancos juara La Liga.
Tapi cedera mulai menghantuinya, dan performa puncak itu perlahan memudar.
Setelah sempat membela Hamburg dan Malaga, ia gantung sepatu.
Dunia sepak bola pun kehilangan salah satu penyerang paling klinis yang pernah ada.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti