Malut United tempuh perjalanan darat 9 jam dari Yogyakarta ke Jepara untuk hadapi Persijap.
Tim tetap percaya diri usai raih empat kemenangan beruntun dengan total 17 gol.
Hendri Susilo pastikan pemain siap tempur meski tanpa Yakob Sayuri dan Fredyan Wahyu.
Suara.com - Perjalanan panjang sejauh hampir sembilan jam harus ditempuh Malut United FC dari Yogyakarta menuju Jepara demi menantang Persijap Jepara pada pekan ke-11 BRI Super League 2025/2026.
Meski menempuh rute darat yang melelahkan, semangat Laskar Kie Raha tak luntur sedikit pun. Mereka datang dengan tekad kuat mempertahankan tren kemenangan di laga yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (3/11/2025) sore.
Pelatih Hendri Susilo memastikan timnya telah mempersiapkan diri secara matang, baik secara fisik maupun mental, agar tetap bugar meski menghadapi jadwal tandang yang cukup berat.
“Alhamdulillah, semua pemain yang dibawa ke Jepara dalam keadaan sehat dan siap bermain. Mudah-mudahan kami bisa mempertahankan tren positif,” ujar Hendri, dilansir dari ILeague.
Menurutnya, perjalanan jauh bukan alasan untuk kehilangan fokus. Seluruh pemain tetap dalam kondisi prima berkat penyesuaian program latihan dan pantauan ketat dari tim medis.
“Situasi ini sudah kami antisipasi dengan menyesuaikan program latihan. Tim dokter juga membantu memantau kondisi para pemain,” tambahnya.
Malut United datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat empat kemenangan beruntun dan mencetak total 17 gol, menjadikan mereka tim tersubur kedua di liga setelah Persija Jakarta.
Namun, skuad asuhan Hendri Susilo tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh. Yakob Sayuri harus absen karena akumulasi kartu kuning, sedangkan Fredyan Wahyu masih menjalani pemulihan cedera sejak musim lalu.
Meski begitu, Hendri tetap optimistis anak asuhnya mampu menjaga momentum positif. Fokus tim kini tertuju untuk membawa pulang poin dari Jepara dan terus bersaing di papan atas klasemen sementara.
Baca Juga: Telan 4 Kekalahan Beruntun, Persijap Jepara Bertekad Akhiri Puasa Kemenangan
Berita Terkait
-
Telan 4 Kekalahan Beruntun, Persijap Jepara Bertekad Akhiri Puasa Kemenangan
-
Pelatih Persis Solo Sentil Fokus Pemain usai Kalah dari Persebaya Surabaya
-
Pelatih Persebaya Ungkap Rahasia Kalahkan Persis Solo
-
Johnny Jansen: Kartu Merah Mirza Mustafic Penyebab Bali United Kalah
-
Persib Bandung Kalahkan Bali United, Bojan Hodak:KamiLayak Menang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan