-
PSSI targetkan Piala Dunia 2030, fokus rekrut talenta muda Eropa.
-
Bek Leeds Pascal Struijk jadi prioritas naturalisasi lini belakang.
-
Winger Stoke Manhoef dan talenta Genk Mirisola juga tengah dikejar PSSI.
Suara.com - Walaupun upaya keras Timnas Indonesia menembus putaran final Piala Dunia 2026 harus terhenti, semangat membangun kekuatan baru tidak boleh padam.
Kekalahan ini membuka lembaran baru dalam proyek ambisius PSSI untuk membentuk skuad yang lebih tangguh, menatap kancah Piala Asia 2027 dan yang utama adalah Piala Dunia 2030.
PSSI kini mengalihkan fokus pada beberapa nama pemain keturunan yang berkarier di kompetisi Eropa, berpotensi besar menjadi pilar utama Garuda di masa depan.
Salah satu nama yang paling menonjol dan berpotensi mengisi jantung pertahanan Timnas Indonesia adalah Pascal Struijk.
Bek andalan Leeds United ini secara konsisten menunjukkan kualitasnya di liga Inggris dan dianggap punya kapabilitas tinggi untuk memperkuat lini belakang Skuad Garuda.
Statusnya memenuhi syarat untuk berganti federasi, merujuk pada regulasi FIFA Pasal 7, sebab ia belum pernah tampil untuk tim senior Belanda.
Fakta penting lainnya adalah Struijk sudah melewati batas waktu tiga tahun tanpa membela tim usia muda Belanda, menjadikannya kandidat paling ideal untuk dinaturalisasi.
Berbekal garis keturunan Indonesia dalam silsilah keluarganya, pintu bagi Struijk untuk mengenakan seragam Merah Putih terbuka sangat lebar.
Jika PSSI bertindak cepat, kehadiran Struijk akan memberikan peningkatan signifikan pada tembok pertahanan timnas.
Baca Juga: Selamat Datang Pemain Keturunan Rp 1,3 Miliar, Semoga Timnas Indonesia Kembali Bangkit
Nama kedua yang menarik perhatian di sektor serangan adalah Million Manhoef, winger lincah yang saat ini bermain di Championship bersama Stoke City.
Kecepatan dan kemampuan teknisnya yang fleksibel memainkan berbagai posisi menyerang menjadikannya aset yang berharga bagi Garuda.
Manhoef juga memenuhi kriteria FIFA Pasal 7, di mana ia belum pernah bermain di level senior Timnas Belanda.
Meskipun sempat membela Timnas Belanda U-21, hal tersebut bukanlah penghalang untuk melakukan perpindahan federasi.
Pemain yang diketahui memiliki darah Belanda, Indonesia, dan Suriname ini dapat memperlancar proses naturalisasi asalkan memiliki bukti keturunan Indonesia yang kuat.
Target ketiga adalah talenta muda yang mungkin belum banyak diperbincangkan, yakni Robin Mirisola, pemain yang merumput di klub top Belgia, KRC Genk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati