- Pelatih John Herdman menilai kegagalan timnas bukan karena minim talenta, tetapi kurangnya waktu membangun koneksi tim.
- Herdman mengidentifikasi lini pertahanan Indonesia memiliki fondasi kuat dan kualitasnya setara tim elite Asia.
- Tugas utama Herdman adalah membangun kekuatan tim di sekeliling fondasi pertahanan yang sudah sangat solid.
Suara.com - Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman tak butuh waktu lama untuk melakukan analisis mendalam terhadap kekuatan dan kelemahan Skuad Garuda.
Setelah melakukan pemantauan ketat di Super League 2025/2026 hingga terbang ke Eropa, ia telah menemukan faktor kunci yang menjadi penyebab kegagalan timnas di era Patrick Kluivert dan menurutnya itu sama sekali bukan karena kurangnya talenta.
Dalam proses pengumpulan data jelang FIFA Series Maret mendatang, Herdman justru menemukan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang sangat kuat, terutama di lini pertahanan.
Ia bahkan tak ragu menempatkan kualitas para pemain bertahan Indonesia di jajaran elite Asia.
"Ya, saya pikir Anda tahu saat Anda mengevaluasi di AFC, saya memiliki pemahaman yang sangat jelas tentang apa yang memberi Anda peluang untuk sukses, dan itu berkaitan dengan pemain tier satu dan tier dua," kata John Herdman dikutip dari Youtube Timnas Indoneesia.
"Kedalaman pemain tier satu dan dua kita, menurut saya, kita berada di peringkat keempat atau kelima di AFC dengan kualitas pool pemain kita."
"Perlu diingat bahwa banyak dari pemain tersebut adalah pemain bertahan, sehingga hal ini memberikan fondasi pertahanan yang kuat," sambungnya.
Dengan fondasi pertahanan yang solid, Herdman menegaskan bahwa tugasnya adalah bekerja dengan potensi yang ada dan membangun kekuatan tim di sekitarnya. Ia menolak alasan bahwa Skuad Garuda kekurangan talenta untuk bersaing.
"Menurut saya, setiap pelatih harus bekerja dengan apa yang ada, bukan dengan apa yang dia pikir harus dia miliki," ujar John Herdman.
Baca Juga: Profil Kensuke Takahashi, Eks Pelatih Indonesia yang Gigit Jari di Semifinal Piala Asia Futsal 2026
"Jika ini adalah inti dan kekuatan tim kita, kita akan membangun di sekitarnya. Jadi, menurut saya, jelas, tidak ada alasan lagi tentang talenta kami."
"Saya pikir dengan para pemain yang kami rekrut, memang butuh waktu bagi mereka untuk bersatu," terangnya lagi.
Dari analisis inilah, pelatih asal Inggris tersebut sampai pada kesimpulan utamanya mengenai biang kerok kegagalan di siklus Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menurutnya, masalah terbesar di era Kluivert bukanlah kualitas individu, melainkan kurangnya waktu untuk membangun chemistry dan koneksi yang solid antar pemain, terutama saat menghadapi laga tandang yang berat.
"Dan saya pikir pada siklus Piala Dunia sebelumnya. Mereka tidak punya waktu untuk membangun koneksi yang diperlukan untuk melewati momen-momen sulit dalam pertandingan tandang," ucap Herdman.
Kini Herdman optimistis bahwa ia memiliki waktu yang cukup untuk mengatasi masalah koneksi tersebut dan menyatukan semua potensi yang ada.
"Tapi kami akan punya waktu dan akan membawa koneksi itu bersama-sama. Jadi talenta ada, kesempatan ada sekarang," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pernah Sambut Kevin Diks, Kini Pemain Jepang Ini Jadi Penyambut Maarten Paes di Ajax
-
Marselino Ferdinan Komentari Kepindahan Ivar Jenner ke Dewa United
-
Rafael Struick Tarik Ivar Jenner ke Dewa United
-
Pesan Khusus Dewa United untuk Ivar Jenner
-
Mauro Zijlstra Mau ke Persija Jakarta karena Dapat Tawaran Spesial Ini
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Hitung-hitungan Korea Selatan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Pantang Main Aman Lawan Afsel
-
Cedera Cristian Romero Bikin Argentina Cemas Menjelang Babak Gugur Piala Dunia 2026
-
Sesumbar Declan Rice Jelang Lawan Ghana: Inggris Bisa Libas Siapa Pun di Piala Dunia 2026
-
Punya Nama Belakang Mirip Kuliner Betawi, Gelandang Jebolan PSG Jadi Incaran Vietnam
-
Launching Agustus 2026, Ini Bocoran Desain Jersey Persija Buatan Adidas
-
Bukayo Saka dan Noni Madueke Bikin Tuchel Pusing Jelang Inggris vs Ghana
-
Bawa Norwegia ke 32 Besar, HaalandSamai Catatan Messi dan Mbappe di Piala Dunia 2026
-
3 Fakta Menarik Jelang Kolombia vs Kongo di Piala Dunia 2026, Strategi Bertahan ke Fase Gugup
-
Bersih-bersih Usai Juara! Persib Bandung Depak Striker Spanyol