- Gempa magnitudo 4,2 guncang Pacitan dan terasa kuat hingga wilayah Yogyakarta.
- Sebanyak tujuh warga Bantul terluka serta empat bangunan mengalami kerusakan fisik.
- BMKG mencatat 19 kali gempa susulan pascainsiden utama hingga Jumat pagi.
Suara.com - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. Guncangan gempa tersebut dilaporkan terasa cukup kuat hingga ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa terletak di laut pada koordinat 8,99° Lintang Selatan dan 111,18° Bujur Timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer. Berdasarkan parameter terbaru, gempa ini memiliki magnitudo 4,2 dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Dampak gempa mulai terdata di wilayah Bantul, DIY. Berdasarkan Laporan Situasi (SITREP) dari Pusdalops PB BPBD Bantul hingga pukul 03.45 WIB, tercatat empat titik lokasi mengalami dampak kerusakan. Kerusakan fisik bangunan meliputi tiga unit rumah dan satu tempat ibadah yang tersebar di Kapanewon Imogiri, Jetis, Pundong, dan Kasihan.
Selain kerusakan materiil, gempa ini juga mengakibatkan jatuhnya korban luka.
"Terdapat tujuh orang korban luka," tulis laporan tersebut sebagaimana dikutip pada Jumat (6/2/2026).
Ketujuh korban yang mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis. Rinciannya, tiga orang dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, tiga orang di RSUD Panembahan Senopati, dan satu orang lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.
Koordinator Tim Observasi Stasiun Geofisika BMKG DIY, Budiarta, menambahkan bahwa aktivitas seismik terus terpantau pascagempa utama. Hingga pagi hari pukul 06.58 WIB, instrumen BMKG telah merekam sebanyak 19 kali gempa susulan.
"Tercatat 19 kali gempa susulan dengan rentang magnitudo antara 1,9 hingga 4,0," ujar Budiarta.
Hingga saat ini, petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan terkait dampak gempa secara menyeluruh. Seluruh data kerusakan dan jumlah korban yang tercatat saat ini masih bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Baca Juga: 11 Perlengkapan Wajib dalam Tas Siaga Bencana, Sudah Punya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT