- Dua negara yang pernah dikalahkan Timnas Indonesia, yaitu Curacao dan Arab Saudi, berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
- Curacao memastikan lolos setelah menjuarai Grup B putaran ketiga zona CONCACAF, berbanding terbalik dengan kegagalan Indonesia di zona Asia.
- Arab Saudi meraih tiket Piala Dunia 2026 setelah memuncaki Grup B putaran keempat, meskipun sempat kalah dari Indonesia pada November 2024.
Suara.com - Sebanyak dua negara yang pernah dikalahkan Timnas Indonesia justru berhasil memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
Dari total 42 negara yang sudah lolos, dua di antaranya adalah tim yang dalam tiga tahun terakhir tumbang di tangan Garuda.
Fakta ini tentu menghadirkan ironi tersendiri, mengingat Indonesia justru gagal melaju ke putaran final.
Negara pertama yang dimaksud adalah Curacao, lawan yang pernah dua kali ditaklukkan Indonesia.
Pada 24 dan 27 September 2022, Indonesia menang 3-2 dan 2-1 atas Curacao di Stadion Pakansari.
Gol-gol Marc Klok, Fachruddin Aryanto, Dimas Drajad, dan Dendy Sulistiawan membuat kemenangan terasa spesial.
Saat itu Indonesia masih menduduki peringkat 156 dunia, jauh di bawah Curacao yang berada di posisi 84.
Namun tiga tahun berselang, nasib kedua negara berubah drastis.
Curacao sukses lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara Grup B putaran ketiga zona CONCACAF.
Baca Juga: Gol Salto Sensasional Scott McTominay Bikin Kagum Legenda Tenis Dunia: Apa-apaan Itu
Mereka mengumpulkan 12 poin, unggul satu angka atas Jamaika yang berada di posisi kedua.
Sementara itu, Indonesia harus tersingkir di babak keempat kualifikasi zona Asia.
Negara kedua yang lolos ke Piala Dunia 2026 meski pernah kalah dari Indonesia adalah Arab Saudi.
Pada 19 November 2024, Indonesia mencetak sejarah dengan menang 2-0 atas Arab Saudi di SUGBK.
Brace Marselino Ferdinan memastikan kemenangan perdana Indonesia atas Green Falcons.
Uniknya, kedua negara kembali bertemu di babak keempat pada Oktober 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik