- Delapan negara peserta Piala Dunia 2026 pernah dikalahkan Timnas Indonesia.
- Sejumlah kemenangan terjadi pada era berbeda, dari 1950-an hingga 2024.
- Rekor ini menunjukkan Indonesia punya sejarah mengejutkan melawan tim-tim besar dunia.
Pada Piala Asia 2004, skuad asuhan Peter Withe menang 2–1 melalui aksi Budi Sudarsono dan rekannya.
Australia: Satu-satunya Kemenangan yang Menjadi Legenda
Mengalahkan Australia bukan pekerjaan mudah, tetapi Indonesia pernah melakukannya pada 1981.
Itu menjadi satu-satunya kemenangan dari 17 pertemuan sepanjang sejarah kedua negara.
Selandia Baru: Dua Kemenangan Sebelum Mereka Menguasai Oseania
Sebelum menjadi salah satu kekuatan Oseania, Selandia Baru dua kali tumbang dari Indonesia pada laga tahun 1973 dan 1997.
Catatan tersebut menjadi pengingat bahwa Garuda pernah berada di atas “All Whites”.
Uruguay: Kejutan Besar pada 1974
Uruguay—negara juara dunia dua kali—pernah dikalahkan Indonesia 1–2 pada 20 April 1974.
Baca Juga: Alasan PSSI Bebankan Prestasi ke Timnas Indonesia U-23 di Ajang Sea Games, Mengapa?
Meski kemudian Uruguay membalas kekalahan itu keesokan harinya, kemenangan pertama Indonesia tetap menjadi bagian penting sejarah.
Curacao: Rekor Terburuk Melawan Indonesia
Curacao menjadi satu-satunya peserta Piala Dunia 2026 yang memiliki rekor buruk saat berjumpa Indonesia.
Pada dua pertemuan tahun 2024, mereka selalu tumbang dan gagal menghentikan agresivitas permainan Garuda.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial
-
Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP
-
Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia
-
Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla