Suara.com - Duel bergengsi yang mempertemukan Arema FC dengan tuan rumah Persebaya Surabaya dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 dipastikan akan berjalan sengit.
Pelatih kepala Arema FC, Jose Gomes, menyatakan keseriusannya menyambut pertandingan yang dijuluki Derbi Jawa Timur ini pada Sabtu, 22 November, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Pertandingan klasik ini selalu menyuguhkan tensi tinggi dan tekanan psikologis yang berbeda bagi setiap pemain yang terlibat.
Gomes menyampaikan bahwa seluruh persiapan timnya berjalan lancar dan sangat baik menjelang salah satu pertandingan krusial musim ini.
"Ini pertandingan klasik dan stadion akan penuh, itu motivasi penting," kata Jose Gomes dalam konferensi pers di Surabaya seperti dilansir Antara, Jumat (21/11/2025).
Juru taktik asal Portugal tersebut mewaspadai kekuatan skuad Bajul Ijo meskipun mereka dikabarkan akan turun tanpa beberapa pemain inti.
Menurutnya, pemain pengganti yang dimiliki oleh tim tuan rumah tetap merupakan ancaman serius yang wajib diperhitungkan oleh Singo Edan.
Kondisi tim tamu sendiri juga tidak sepenuhnya ideal karena beberapa pemain utama seperti Julian Guevara, Bayu Setiawan, dan Arhan Fikri harus absen dalam lawatan kali ini.
Namun demikian, Gomes menegaskan bahwa semua pemain yang tersedia di dalam timnya telah siap secara mental dan fisik untuk menghadapi tantangan ini.
Baca Juga: Dewa United Kalah dari Persib Bandung, Jan Olde: Kami Berada dalam Periode Kurang Baik
Jose Gomes menyakini bahwa siapa pun yang dipercaya tampil di lapangan akan memberikan performa terbaiknya saat peluit kick-off dibunyikan.
"Siapa pun yang bermain pasti akan siap menghadapi laga besok, begitu juga Persebaya," tutur Gomes.
Bek tangguh Arema FC, Rifad Marasabessy, turut mengakui bahwa pertandingan melawan rival abadi mereka memiliki atmosfer yang tidak tertandingi.
Terutama sorotan datang dari atmosfer GBT yang akan dipadati oleh suporter fanatik dari tim tuan rumah Persebaya Surabaya.
Rifad menegaskan bahwa tekanan suporter lawan tidak akan menyurutkan tekadnya untuk berjuang keras meraih hasil positif.
"Yang terpenting kami memberi yang terbaik untuk tim. Saya siap bertanding di sini," ujar Rifad.
Pernyataan ini menunjukkan komitmen penuh dari para pemain Arema untuk menampilkan permainan terbaik mereka demi memuaskan pendukung setia.
Pertemuan kedua tim ini juga sangat penting dalam konteks perebutan posisi di papan tengah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.
Kedua tim, baik Persebaya maupun Arema, saat ini sama-sama telah mengoleksi total 15 poin dari sejumlah pertandingan yang telah mereka jalani.
Selisih gol menjadi penentu posisi, di mana Bajul Ijo berhak menempati peringkat kedelapan, satu tingkat di atas Singo Edan yang berada di posisi kesembilan.
Hasil pertandingan ini akan sangat memengaruhi persaingan ketat di tengah klasemen untuk memperbaiki posisi mereka masing-masing.
Kemenangan tentu menjadi target utama bagi Arema FC untuk melompati rival mereka dan mengamankan tiga poin berharga di kandang lawan.
Laga ini tidak hanya soal rivalitas historis, tetapi juga perebutan krusial untuk memperbaiki posisi di tabel liga.
Para penggemar sepak bola nasional menantikan aksi dan drama yang akan tersaji di lapangan hijau dalam Derbi Jatim kali ini.
Pertandingan ini diharapkan menjadi tontonan menarik dengan intensitas tinggi, seperti tradisi yang selalu melekat pada pertemuan kedua tim.
Jose Gomes harus meracik strategi terbaiknya untuk mengatasi absennya beberapa pilar kunci dan tekanan bermain di kandang lawan.
Fokus, disiplin, dan mentalitas baja akan menjadi kunci utama bagi Arema FC untuk dapat mencuri poin penuh dari markas Persebaya.
Pertemuan ini menjadi ajang pembuktian taktik bagi Jose Gomes melawan tekanan dan tantangan yang disuguhkan oleh Persebaya.
Meski dilanda badai cedera dan absennya sejumlah pemain, semangat juang Singo Edan dipastikan tidak akan pudar.
Rifad Marasabessy dan rekan-rekannya siap menantang atmosfer Gelora Bung Tomo yang terkenal angker bagi tim tamu.
Persebaya juga diyakini akan tampil habis-habisan di hadapan pendukungnya sendiri untuk mengamankan kemenangan.
Laga ini adalah ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad dan mentalitas bertanding Arema FC di musim ini.
Pertandingan diprediksi akan berjalan dengan tempo cepat dan saling serang mengingat posisi kedua tim yang saling berdekatan di klasemen.
Strategi pertahanan dan transisi cepat dari Arema FC akan menjadi kunci untuk meredam agresivitas tim tuan rumah.
Semua mata akan tertuju pada Sabtu sore nanti untuk menyaksikan episode terbaru dari rivalitas abadi di Jawa Timur ini.
Siapa yang mampu meredam tekanan dan memanfaatkan peluang, dialah yang akan keluar sebagai pemenang Derbi Jawa Timur.
Ini adalah pertempuran harga diri dan poin krusial yang tidak boleh dilewatkan oleh pencinta sepak bola Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Catatan Tak Masuk Akal Pemain Keturunan Milik Akademi Barcelona, Cetak 145 Gol dari 52 Laga
-
Kurniawan Dwi Yulianto Mulai Bergerak, Timnas Indonesia U-17 Mulai Cari-cari Pemain
-
Berkat Persib dan Dewa United, Ranking Liga Indonesia Melesat Tajam
-
Jalani Salat Tarawih di Austria, Rekan Jay Idzes Dapat Doa Spesial dari Umat Muslim
-
Media Brasil Bongkar Rahasia Eks Real Madrid yang Baru Mualaf, Dituding Jalin Hubungan Terlarang
-
Jalanan Kota Meksiko Jadi Arena Peperangan, FIFA Bakal Cabut Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026?
-
Kurniawan Dwi Yulianto Pimpin Seleksi Perdana 42 Pemain Timnas Indonesia U-17
-
Kisah Spiritual Frederic Kanoute Mesin Gol Sevilla: Mualaf dan Jadi Penyelamat Masjid
-
2 Amunisi Naturalisasi Tambahan Malaysia dari Australia dan Brasil
-
Duit Rp1 T Terbuang Sia-sia, Edwin Van der Sar Sayangkan Nasib Onana di MU