- Giovanni van Bronckhorst masuk radar calon pelatih baru Timnas Indonesia pasca era Patrick Kluivert.
- Rekam jejak taktiknya bersama Rangers menunjukkan gaya bermain modern, cair, dan berintensitas tinggi.
- Bersama Rangers, ia meraih 42 kemenangan dari 68 laga dengan struktur permainan agresif dan disiplin.
Suara.com - Nama Giovanni van Bronckhorst tengah ramai dibicarakan publik sepak bola Indonesia.
Ia masuk radar calon pelatih baru Timnas Indonesia setelah era Patrick Kluivert berakhir.
Rekam jejak taktiknya bersama Rangers menjadi alasan utama mengapa ia dianggap layak dipertimbangkan.
Pelatih asal Belanda ini dikenal mengusung gaya bermain modern, cair, dan berintensitas tinggi.
Saat ini ia menjabat sebagai asisten pelatih Liverpool di bawah Arne Slot.
Periode terbaiknya sebagai pelatih kepala terjadi saat memimpin Feyenoord dan Rangers.
Di Rangers, ia membentuk identitas taktikal kuat dengan struktur rapi dan pola menyerang agresif.
Dari 68 laga, ia meraih 42 kemenangan, mencetak 135 gol, dan kebobolan hanya 77 kali.
Catatan itu menggambarkan kombinasi agresivitas, efektivitas, dan disiplin struktur.
Baca Juga: Erick Thohir Minta Penunjukkan Nova Arianto Tak Diperdebatkan Lagi
Van Bronckhorst konsisten memakai formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1, namun tetap fleksibel dalam eksekusi.
Ia berani mengubah tugas pemain tanpa merusak kerangka dasar permainan.
Rangers bisa berubah ritme dari bertahan ke menyerang dalam hitungan detik.
Ia kerap menyisakan tiga hingga lima bek di tengah demi stabilitas.
Ciri khas lainnya adalah tekanan tinggi, transisi cepat, dan serangan sayap eksplosif.
Duet Morelos dan Ryan Kent menjadi tumpuan utama, didukung Aribo serta gelandang pekerja keras.
Di belakang, Tavernier, Goldson, Bassey, dan Barisic menjadi fondasi garis tinggi Rangers.
Dalam fase bertahan, struktur tim bisa berubah menjadi 4-2-3-1 atau 4-4-2 untuk memicu tekanan.
Rencana ofensifnya sederhana namun mematikan: menyerang secepat mungkin setelah merebut bola.
Kontributor: Imaduddin Adam
Berita Terkait
-
Erick Thohir Minta Penunjukkan Nova Arianto Tak Diperdebatkan Lagi
-
Prediksi Liverpool vs PSV pada Ajang Liga Champions, The Reds Kalah Lagi di Anfield?
-
Mental Baja! Hokky Caraka Tetap Targetkan Medali Emas di di SEA Games 2025
-
Balik Lagi ke Lapangan Usai Dipecat PSSI, Denny Landzaat Dibuat Malu Jose Mourinho
-
Cerita Asal Usul Nama Giovanni van Bronckhorst, Berbau Italia Berdarah Indonesia
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
John Herdman Langsung Dapat Tantangan dari PSSI Jelang FIFA Series 2026
-
Cerita Pemain Jepang Yusuke Sasa Main di Tangerang, Depok hingga Jadi Mualaf di Bogor
-
Menemukan Ketenangan dalam Islam Usai Pensiun, Cerita Bek Nyentrik Abel Xavier yang Mualaf
-
Pundit Belanda Desak Maarten Paes Cs Tak Lagi Dilatih Fred Grim
-
Snoop Dogg Bikin Heboh di Swansea City, Pelatih Lawan Spill Bau Tak Biasa di Lorong Stadion
-
Maarten Paes Baru Debut di Ajax, Posisinya Justru Terancam Karena Kebijakan Jordi Cruyff
-
Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt, Cristian Chivu Bakal Diganti Diego Simeone?
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Okan Buruk Ingatkan Victor Osimhen Cs Tetap Injak Bumi
-
4 Bintang Naturalisasi Timnas Indonesia yang Memilih Menjadi Mualaf
-
3 Pemain Timnas Indonesia Berjuang untuk Terhindar dari Zona Degradasi