Bola / Bola Dunia
Rabu, 26 November 2025 | 09:24 WIB
Denny Landzaat yang baru direkrut sebagai staf pelatih mendampingi carateker Fred Grim di Ajax harus menanggung malu di hadapan publik sendiri. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Denny Landzaat, eks asisten Timnas, mendampingi Ajax kalah 0-2 dari Benfica di Liga Champions, Rabu (26/11).
  • Eksperimen pelatih dengan menurunkan pemain jarang tampil di Johan Cruyff Arena terbukti tidak berhasil.
  • Benfica unggul cepat menit keenam dan memastikan kemenangan melalui gol kedua pada menit akhir laga.

Suara.com - Eks asiten pelatih Timnas Indonesia, Denny Landzaat harus telan pil pahit.

Denny Landzaat yang baru direkrut sebagai staf pelatih mendampingi carateker Fred Grim di Ajax harus menanggung malu di hadapan publik sendiri.

Ajax Amsterdam menyerah dengan skor 0-2 dari Benfica di lanjutan Liga Champions, Rabu (26/11).

Bertanding di Johan Cruyff Arena, Denny Landzaat tak bisa membuat anak asuhnya meraih hasil maksimal.

Pertandingan dimulai dengan kejutan dari kubu Ajax. Fred Grim bersama Denny Landzaat membuat keputusan kontroversial dengan menurunkan sejumlah pemain yang jarang tampil, termasuk kiper Vitezslav Jaros, Ko Itakura yang dimainkan sebagai gelandang, serta talenta muda Rayane Bounida.

Namun eksperimen itu langsung mendapat ujian berat.

Bos Ajax Buka Suara Soal Rumor Rekrut Denny Landzaat [Instagram Denny Landzaat]

Benfica membuka keunggulan cepat pada menit keenam.

Dari situasi rebound, bek kiri Samuel Dahl melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau Jaros, membawa tim tamu memimpin 1-0.

Pada 20 menit pertama, Ajax kesulitan menembus pertahanan Benfica yang dinahkodai José Mourinho.

Baca Juga: Cerita Asal Usul Nama Giovanni van Bronckhorst, Berbau Italia Berdarah Indonesia

Baru setelah menit ke-25, tim tuan rumah mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Bounida menjadi motor serangan dengan aksi individualnya, bahkan berhasil menciptakan beberapa peluang termasuk memberikan umpan matang kepada Davy Klaassen.

Sayang, penyelesaian akhir Klaassen masih digagalkan kiper lawan.

Menjelang babak pertama usai, Mika Godts sempat melepaskan tembakan, tetapi bola melenceng tipis dari gawang Benfica.

Memasuki babak kedua, baik Ajax maupun Benfica tidak melakukan pergantian pemain.

Ajax membuka paruh kedua dengan peluang emas pada menit ke-52.

Klaassen kembali mendapat kesempatan setelah menerima bola dari Wout Weghorst, namun tembakannya masih melebar meski dalam posisi yang sangat menjanjikan.

Sementara tuan rumah mencoba membangun momentum, Benfica tampil lebih efektif.

Vangelis Pavlidis hampir menggandakan keunggulan tim tamu lewat serangan balik cepat, namun gagal menuntaskan peluang.

Grim kemudian memasukkan Oscar Gloukh, Kasper Dolberg, dan Kian Fitz-Jim untuk menambah daya gedor.

Meski sempat memberi energi baru, perubahan itu belum cukup mengubah alur pertandingan. Ajax tetap kesulitan menembus pertahanan rapat Benfica.

Petaka bagi tuan rumah datang di menit-menit akhir pertandingan.

Leandro Barreiro melepaskan tembakan indah yang menghujam sudut gawang Ajax, memastikan kemenangan Benfica 2-0 sekaligus memperdalam luka bagi pendukung Ajax.

Kontributor: Azka Putra

Load More