-
Man City menang dramatis 5-4, tetapi kebobolan empat gol Fulham.
-
Erling Haaland mencetak gol ke-100 Premier League dan menyumbang dua assist.
-
Kinerja pertahanan City buruk; Guardiola harus segera menemukan solusi cepat.
Donnarumma juga melakukan kesalahan fatal dalam membaca arah bola pada situasi bola mati yang berujung pada gol kedua Samuel Chukwueze.
Di sisi kanan pertahanan, Matheus Nunes mendapatkan rapor buruk 5/10 karena lengah pada momen gol pertama Fulham.
Nunes kembali kesulitan dalam meredam tekanan yang datang dari sisi kanan lapangan.
Performa Nunes semakin menegaskan bahwa City masih sangat membutuhkan kehadiran bek kanan natural yang lebih mumpuni di dalam skuad.
Ruben Dias juga dinilai buruk dengan skor 5/10 karena penempatan posisinya yang kurang tepat sepanjang laga.
Kesalahan penempatan posisi Dias tersebut menyebabkan pemain Fulham menjadi onside pada proses terjadinya gol ketiga yang krusial.
Pengawasan lini belakang yang dilakukan Dias pun tidak seketat dan seakurat yang biasa ia tunjukkan saat bermain.
Rekan Dias di jantung pertahanan, Josko Gvardiol, juga diberi nilai 5/10 karena kurang agresif saat duel bertahan melawan penyerang Fulham.
Gvardiol sempat menunjukkan keraguan yang jelas di kotak lawan ketika ia memiliki peluang untuk mengunci kemenangan tim lebih awal.
Baca Juga: Prediksi Fulham vs Manchester City: Ujian Berat The Cottagers Hadapi Amukan Haaland
Bek sayap Nico O'Reilly (5/10) kerap kali naik terlalu tinggi meninggalkan area yang rawan dieksploitasi oleh serangan balik cepat Fulham.
Nico Gonzalez, yang mendapatkan nilai 6/10, sempat kehilangan bola beberapa kali di lini tengah sebelum diganti.
Namun, absennya Gonzalez setelah ditarik keluar langsung terasa ketika Fulham mulai meningkatkan intensitas tekanan mereka di menit akhir.
Pengaruh Bernardo Silva (5/10) tampak menurun drastis seiring berakhirnya paruh pertama pertandingan.
Padahal, pemain asal Portugal itu menunjukkan awal pertandingan yang cukup menjanjikan di babak pertama sebelum kelelahan.
Ritme permainan Manchester City menjadi sangat tidak stabil saat Silva mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang signifikan.
John Stones yang masuk sebagai pemain pengganti justru membuat City kehilangan kontrol di sektor tengah lapangan, hanya diberi skor 5/10.
Savinho juga bernasib sama dengan rating 5/10, meskipun ia sempat membuat tekel penting saat waktu tambahan.
Sayangnya, keputusan Savinho untuk membawa bola keluar dari area berbahaya sendiri berujung pada hilangnya penguasaan bola.
Hasil akhir 5-4 yang dramatis ini menegaskan bahwa City memiliki kekuatan serangan yang sangat produktif.
Namun, mereka juga memiliki titik lemah serius yang harus segera diatasi oleh staf pelatih setelah pertandingan ini.
Kemenangan ini didapatkan melalui perjuangan mati-matian City untuk bertahan di sepuluh menit terakhir dengan selisih tipis.
Performa Foden dan Haaland yang sama-sama mencetak rapor 8/10 menjadi pembeda vital yang harus diapresiasi di laga kali ini.
Tanpa kontribusi maksimal dari dua bintang muda tersebut, Man City mungkin akan kehilangan tiga poin penting di Craven Cottage.
Haaland kini resmi mencatatkan sejarah sebagai salah satu pencetak gol tercepat yang mencapai 100 gol di kompetisi Liga Primer Inggris.
Gol ke-100 tersebut memperkuat posisinya sebagai striker paling mematikan di Eropa saat ini yang terus menciptakan rekor.
Foden, dengan dua golnya, melanjutkan performa panas dan konsisten yang telah ia tunjukkan di bawah arahan Pep Guardiola sepanjang musim.
Meskipun demikian, Guardiola wajib mencari solusi cepat untuk memperbaiki lini belakangnya yang terus goyah.
Sorotan tajam kini diarahkan pada sistem bertahan tim yang tampak mudah goyah dan membiarkan lawan mencetak empat gol.
Laga ini memperlihatkan bahwa Fulham mampu mengeksploitasi setiap ruang kosong yang ditinggalkan para bek City.
Gol Alex Iwobi dan dua gol Chukwueze adalah bukti nyata dari kelalaian organisasi di area pertahanan City yang tidak ketat.
Setiap pemain dengan nilai 5/10 harus segera dievaluasi mendalam oleh tim pelatih untuk meningkatkan kualitas.
Kemenangan liar ini menjadi pengingat bagi City bahwa gelar tidak hanya dimenangkan dengan serangan spektakuler semata.
Stabilitas dan konsistensi pertahanan adalah kunci penting untuk meraih trofi di akhir musim yang panjang dan melelahkan.
Man City akhirnya boleh lega dengan raihan tiga poin penuh dari perjalanan sulit ke Craven Cottage.
Namun, mereka harus segera belajar dari drama sembilan gol yang nyaris berujung kegagalan memalukan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus