Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 12 Desember 2025 | 13:25 WIB
Shin Tae-yong turut prihatin dengan Timnas Indonesia. (pssi.org)
Baca 10 detik
  • Shin Tae-yong menyatakan prihatin atas kegagalan Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2026 dan era pasca dirinya.
  • Ia menyoroti terbuangnya kesempatan langka lolos ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia yang sangat disayangkan.
  • Mantan arsitek tersebut percaya fondasi tim tetap berharga dan optimis Indonesia bisa lolos Piala Dunia 2030.

Suara.com - Di tengah periode kelam yang menyelimuti Timnas Indonesia, suara empati datang dari sosok yang pernah menjadi arsitek kebangkitan skuad Garuda, Shin Tae-yong.

Juru latih asal Korea Selatan ini tak bisa menutupi rasa prihatinnya melihat kondisi tim yang kini terpuruk setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026 dan ditinggal tanpa pelatih kepala.

Seperti diketahui, fondasi kuat yang dibangun Shin Tae-yong hingga berhasil membawa Timnas Indonesia ke putaran keempat kualifikasi seolah sirna.

Keputusan PSSI untuk beralih ke era Patrick Kluivert ternyata berujung pada kegagalan total, yang memicu kemarahan suporter tim Merah Putih.

Melihat gejolak ini, Shin Tae-yong mengaku ikut merasakan kekecewaan yang mendalam. Baginya melihat perjuangan para pemain yang telah ia bina berakhir antiklimaks adalah sebuah pukulan yang menyakitkan.

"Saya sempat lihat di Instagram. Saya tidak bisa berkata apa-apa, saya merasa sedih dan sakit hati karena timnas Indonesia tidak bisa lolos ke Piala Dunia. Apalagi para pemain kita sudah bekerja keras sampai akhir," kata Shin Tae-yong dilansir dari kanal YouTube JekPot.

Pelatih berusia 55 tahun ini menyoroti betapa besarnya kesempatan yang telah terbuang.

Momen langka untuk bisa berlaga di level tertinggi sepak bola dunia gagal dimanfaatkan dengan baik, sebuah hasil yang sangat ia sayangkan.

"Sayangnya tidak lolos padahal sudah ronde ke-4. Sudah bagus lolos sampai ke ronde ke-4 tapi sayangnya gagal," ujarnya.

Baca Juga: Peluang Timnas Indonesia U-22 Lolos ke Semifinal SEA Games 2025 Tetap Berat, Kenapa?

Namun di balik rasa prihatinnya, Shin Tae-yong menolak untuk pesimis. Ia justru meniupkan kembali api harapan.

Menurutnya fondasi yang telah dibangun dan perkembangan yang telah ditunjukkan para pemain adalah modal berharga yang tidak boleh disia-siakan. Ia percaya, pintu menuju Piala Dunia 2030 masih terbuka lebar.

"Pertama ada perkembangan yang baik untuk timnas Indonesia. Saya melihat ada harapan (untuk Piala Dunia 2030)," katanya.

Pernyataan Shin Tae-yong ini menjadi sebuah pengingat bahwa di tengah masa transisi yang sulit, potensi dan harapan bagi masa depan sepak bola Indonesia tidak boleh padam.

Load More