-
Persib siap rekrut pemain baru Timnas Indonesia untuk putaran kedua.
-
Joey Pelupessy dan Maarten Paes jadi nama santer di bursa transfer.
-
Kesuksesan rekrut Thom Haye menjadi tolok ukur transfer selanjutnya.
Suara.com - Klub raksasa Jawa Barat, Persib Bandung, telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat skuad menghadapi paruh kedua Super League 2025-2026.
Persiapan ini krusial mengingat Persib tengah mengejar gelar juara Super League dan juga berkompetisi di AFC Champions League Two.
Penguatan tim menjadi kebutuhan mendesak menyusul didepaknya pemain asing sebelumnya, Wiliam Marcilio, yang menciptakan satu slot kosong dalam tim berjulukan Maung Bandung tersebut.
Proses perekrutan pemain baru ini telah digarap secara intensif oleh manajemen Persib jauh sebelum jendela transfer resmi dibuka.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Adhitia Putra Herawan, membenarkan bahwa klub sudah memiliki nama pemain incaran yang tersembunyi.
"Sudah ada," ujar Adhitia mengenai calon pemain baru tersebut.
Upaya Perekrutan Pemain Baru: Hasil Kerja Manajemen Tiga Bulan
Adhitia menambahkan bahwa proses pencarian dan negosiasi telah dilakukan dengan sangat matang dalam rentang waktu yang cukup panjang.
"Seperti musim ini, kami bekerja pasti 2–3 bulan sebelum bursa transfer dibuka," imbuhnya, menekankan profesionalisme manajemen.
Baca Juga: Minus Bojan Hodak, Begini Kondisi Skuat Persib Jelang Lawan MU: Tetap Usung Misi 3 Poin
Isu santer beredar di berbagai media bahwa Persib menjadi tim terdepan yang meminati jasa gelandang naturalisasi Timnas Indonesia, Joey Pelupessy.
Pemain berusia 32 tahun yang kini bermain untuk klub Lommel SK tersebut menjadi pusat spekulasi utama di kalangan para penggemar sepak bola.
Meskipun demikian, Adhitia memilih untuk tidak memberikan konfirmasi definitif dan hanya meminta dukungan publik agar rencana Persib berjalan lancar.
"Doakan saja," ujarnya, menjaga kerahasiaan proses negosiasi.
Optimisme Persib Menggaet Diaspora Timnas Indonesia
Manajemen Persib tetap menunjukkan optimisme tinggi dalam upaya merekrut pemain diaspora atau naturalisasi yang berlaga di luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026