- Republik Demokratik Kongo mengalahkan Benin 0-1 pada laga pembuka Grup D AFCON, melalui gol tunggal Theo Bongonda di babak pertama.
- Gol kedua RD Kongo dianulir oleh VAR karena offside, meskipun sempat terjadi kontroversi insiden handball di akhir laga.
- Keputusan wasit tidak meninjau klaim penalti Benin disebabkan oleh gangguan teknis atau malfungsi pada sistem VAR menjelang akhir pertandingan.
Suara.com - Kontroversi mewarnai laga Benin vs Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) pada pertandingan pembuka Grup D Piala Afrika (AFCON), Rabu (24/12/2025) waktu setempat.
Insiden handball di menit-menit akhir pertandingan gagal ditinjau wasit karena sistem VAR mengalami gangguan, membuat Benin merasa dirugikan.
Benin harus mengakui kekalahan 0-1 dari RD Kongo dalam laga tersebut.
Gol tunggal kemenangan dicetak Theo Bongonda pada babak pertama setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Benin.
Umpan panjang Arthur Masuaku gagal diantisipasi Yohan Roche, yang membiarkan bola melewatinya. Bongonda pun menyambar bola dengan tembakan voli jarak dekat yang tak mampu dibendung kiper Saturnin Allagbe.
RD Kongo sempat menggandakan keunggulan di awal babak kedua melalui sundulan penyerang Real Betis, Cedric Bakambu.
Namun setelah peninjauan VAR yang cukup lama, gol tersebut dianulir karena offside dalam proses build-up.
Masalah besar justru muncul menjelang akhir pertandingan.
Sebuah umpan silang Benin terlihat mengenai tangan atau bahu kapten RD Kongo, Chancel Mbemba, di dalam kotak penalti. Insiden tersebut memicu protes keras dari kubu Benin yang menuntut penalti.
Baca Juga: Bikin Gebrakan, I.League Permanenkan Wasit Asing untuk Pimpin Super League 2025/2026
Meski tayangan ulang televisi tidak sepenuhnya jelas apakah bola mengenai tangan atau bahu Mbemba, wasit Abongile Tom sejatinya tetap bisa melakukan peninjauan ulang di monitor pinggir lapangan.
Namun, hal itu tidak dapat dilakukan karena VAR dilaporkan tidak berfungsi pada momen krusial tersebut.
Pihak ofisial pertandingan kemudian mengakui bahwa insiden itu tidak bisa ditinjau akibat malfungsi VAR, keputusan yang membuat para pemain dan staf Benin geram.
“Kami menyaksikan pertandingan sepak bola yang sangat bagus dan tidak pantas ada pihak yang kalah,” ujar pelatih Benin, Gernot Rohr dilansir dari Dailymail.
“Tim saya membuat saya bangga. Sekarang kami akan fokus mempersiapkan laga berikutnya melawan Botswana, dengan keuntungan kembalinya pemain-pemain kami yang sempat terkena skorsing.”
Benin dijadwalkan menghadapi Botswana pada laga selanjutnya. Botswana sendiri menelan kekalahan telak 0-3 dari Senegal di pertandingan pembuka grup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Profil Timnas Irak: Singa Mesopotamia yang Siap Mengaum di Piala Dunia 2026
-
Pesan Mendalam Kang Dedi untuk Bobotoh: Jangan Nodai Kemenangan Persib dengan Keributan
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia U-17 2026
-
Persijap Jepara Lolos dari Degradasi, Pemain Berharga Rp 6,95 Miliar Ungkap Isi Hati
-
Profil Julian de Guzman: Legenda Kanada dan Perjalanan Besar Menembus Sepak Bola Eropa
-
Ucapan Pelatih Thailand Jelang Piala Asia 2027 Bikin Panas Suporter Timnas Indonesia
-
Profil Younis Mahmoud: Mesin Gol Legendaris Irak yang Menginspirasi Generasi Piala Dunia 2026
-
Memalukan! Skuad Persib Mendapat Serangan Verbal Provokatif di Bandara, Ini Pelakunya
-
Carlos Valderrama, Legenda yang Jadi Otak Permainan Kolombia di Tiga Edisi Piala Dunia
-
Komentar Pilu Hansi Flick usai Bawa Barcelona Juara LaLiga di Hari Kematian Sang Ayah