- I.League akan mempermanenkan wasit asing mulai musim 2025/2026 untuk meningkatkan kualitas pertandingan secara signifikan.
- Wasit Jepang, Yudai Yamamoto, menjadi figur pertama program wasit penuh waktu dan sudah memimpin enam laga.
- Kebijakan ini bertujuan menjaga kualitas perwasitan liga sejalan dengan meningkatnya intensitas persaingan antarklub.
Suara.com - Operator kompetisi Super League, I.League, membuat langkah besar dalam upaya meningkatkan kualitas pertandingan dengan mempermanenkan kehadiran wasit asing pada musim 2025/2026.
Kebijakan ini menandai babak baru perwasitan sepak bola nasional karena untuk pertama kalinya penggunaan wasit asing diterapkan dalam jangka panjang, bukan hanya penugasan sementara.
Sejak awal musim, PSSI bersama I.League sebenarnya sudah memberi ruang bagi wasit luar negeri untuk memimpin pertandingan.
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, sebelumnya mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen dari total 306 laga Liga Super musim ini akan dipimpin wasit tunggal. Kini, kebijakan tersebut diperkuat melalui program wasit sing dengan skema wasit penuh waktu.
Nama wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, menjadi figur pertama yang ditunjuk dalam program ini.
Ia akan bertugas secara permanen pada paruh kedua kompetisi sekaligus dijadikan proyek percontohan untuk mendorong peningkatan kualitas perwasitan di Indonesia.
Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menilai kebijakan ini sejalan dengan meningkatnya tingkat persaingan antarklub di Super League.
"Perwasitan adalah aspek penting. Pergerakan klasemen menunjukkan tim-tim semakin baik, namun memang masih ada kontroversi dan isu. I.League berkomitmen memberi dukungan, termasuk VAR dan peningkatan kualitas wasit," ujar Asep dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/12/2025).
"Di paruh kedua atau bahkan perselisihan di pertandingan penting lainnya akan ada wasit penuh waktu. Kami menyambut baik upaya PSSI," tambahnya.
Baca Juga: John Herdman Pernah Disanksi Federasi Kanada Akibat Perilaku Tak Sportif
Dari sisi performa, Yudai Yamamoto sudah memimpin enam pertandingan Super League musim ini.
Dalam enam laga tersebut, ia mengeluarkan total 22 kartu kuning tanpa satu pun kartu merah, sebuah catatan yang mencerminkan gaya memimpin yang lebih komunikatif dan preventif.
"Saya sangat senang kembali ke Indonesia. Saya punya pengalaman di Asia dan J.League, dan ingin membagikannya di sini," kata Yamamoto.
Ia juga menilai karakter permainan di Indonesia berlangsung dengan intensitas tinggi, meski masih belum konsisten dan kerap pelanggaran di area penalti.
"Sebagai wasit, saya mencoba membaca situasi sejak menit awal, memahami atmosfer stadion dan suporter. Saya bekerja secara profesional. Kebetulan saja tidak ada kartu merah," tutupnya.
Dengan kebijakan ini, I.League berharap kualitas perwasitan Super League 2025/2026 semakin terjaga, sekaligus meminimalkan kontroversi yang kerap muncul di tengah ketatnya persaingan liga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati