-
Thom Haye mengkritik jadwal Persib Bandung lawan PSM Makassar yang sangat dekat dengan Natal.
-
Pertandingan di GBLA merupakan laga tunda pekan kedelapan akibat agenda Kualifikasi Piala Dunia.
-
Meskipun mengeluh Haye tetap berkomitmen menjaga performa demi membawa Persib ke puncak klasemen.
Keputusan memindahkan laga ke akhir tahun ini diambil untuk menjaga ritme kompetisi tetap berjalan sesuai target.
Haye sebenarnya memahami kendala teknis yang dihadapi pengelola liga terkait agenda internasional Timnas Indonesia tersebut.
Perbandingan Dengan Tim Peserta Lain
Namun pemain bernomor punggung sakti ini tetap merasa heran dengan penempatan hari pertandingan yang mepet.
"Saya rasa semua tahu mengenai periode ini, jadi bagi kami untuk bermain di periode ini, menurut saya ini gila," ujarnya.
Ia melihat ada ketidakadilan jika membandingkan waktu recovery yang dimiliki oleh klub-klub peserta liga lainnya.
Keresahan Haye didasari pada beban kerja atlet yang harus tetap berlaga secara maksimal di periode liburan.
"Terutama jika melihat jadwal pertandingan tim lain, waktu yang mereka miliki, dan kami pada periode ini harus tetap bermain," jelasnya.
Komitmen Profesional Pemain Persib
Baca Juga: Tanggapi Kekalahan Persija dari Semen Padang, Ini Kata Thom Haye
Meski merasa keberatan pemain berusia 30 tahun tersebut menyadari statusnya sebagai pesepakbola profesional di Indonesia.
Ia tidak memiliki kuasa untuk mengubah regulasi atau jadwal yang telah ditetapkan secara resmi oleh operator.
Oleh karena itu fokus utama sang pemain kini beralih pada pemulihan kondisi tubuh dan kesiapan mental.
Haye berkomitmen untuk tetap memberikan performa terbaik demi membantu Maung Bandung meraih poin penuh di kandang.
Kemenangan sangat dibutuhkan mengingat posisi Persib yang sedang berambisi merangkak naik menuju puncak klasemen sementara.
Ambisi Juara Di Akhir Musim
Persaingan di papan atas BRI Super League 2025/2026 saat ini memang sedang berada dalam tensi tinggi.
"Jadi menurut saya ini tidak benar, tapi di sisi lain kami juga tahu bahwa kami harus melakukannya," ujarnya.
Sikap disiplin tetap ditunjukkan oleh seluruh elemen tim demi menjaga peluang juara tetap terbuka lebar.
Staf pelatih kini bekerja keras menyusun program latihan yang efektif di tengah waktu yang sangat sempit.
"Jadi kami akan bersiap dan kami juga punya waktu untuk memastikan kami siap," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey