- Jay Idzes menyelesaikan naturalisasi pada 28 Desember 2023 sebagai penghormatan terhadap leluhurnya dari Semarang dan Jakarta.
- Fondasi teknisnya dibentuk di akademi PSV Eindhoven (2009-2014), yang menekankan permainan pembangunan dari lini belakang.
- Ia mencetak sejarah promosi Venezia ke Serie A 2024 dan pindah ke Sassuolo dengan rekor transfer Asia Tenggara pada Agustus 2025.
Kurikulum "The PSV Way" menekankan pada penguasaan bola, kesadaran spasial, dan kemampuan membangun serangan dari lini belakang.
Inilah alasan mengapa Jay Idzes hari ini terlihat begitu tenang saat ditekan oleh penyerang elit liga Italia, ia telah terbiasa memegang bola sejak usia sembilan tahun di kategori umur PSV E hingga C2.
Kemampuannya bermain sebagai gelandang bertahan di masa muda membuatnya memiliki akurasi umpan yang luar biasa, sebuah atribut yang nantinya akan sangat dihargai di Serie A.
Menaklukkan Italia: Dari Venezia Menuju Komandan Sassuolo
Lompatan besar karir Jay terjadi saat ia memutuskan merantau ke Italia bergabung dengan Venezia pada 2023.
Di bawah asuhan Paolo Vanoli, Jay bertransformasi menjadi bek yang komplet.
Ia memimpin Venezia promosi ke Serie A pada tahun 2024 dan mencatatkan sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang mencetak gol di kasta tertinggi Italia saat membobol gawang Juventus pada Desember 2024.
Performa brilian tersebut membuat Sassuolo rela merogoh kocek sebesar €8 juta hingga €9,3 juta untuk memboyongnya pada Agustus 2025.
Nilai transfer ini memecahkan rekor sebagai pemain termahal dari Asia Tenggara.
Baca Juga: PSSI Mode Hemat, Gaji John Herdman Jauh di Bawah Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert
Di Sassuolo, Jay langsung menjadi andalan Fabio Grosso. Pelatih yang membawa Italia juara dunia 2006 itu menyebut Jay sebagai pilar penting.
Bahkan saat timnya menelan kekalahan dari Torino pada akhir 2025, Grosso secara terbuka membela Jay dan kolega, menyatakan bahwa menahan lawan di Serie A adalah pekerjaan yang sangat berat dan Jay telah melakukannya dengan baik.
Jenderal Garuda dan Konsistensi Rating 2025
Di level internasional, 2025 adalah tahun di mana Jay Idzes menahbiskan dirinya sebagai kapten sejati Timnas Indonesia.
Kepemimpinannya membawa Indonesia meraih hasil-hasil fantastis di Kualifikasi Piala Dunia 2026, termasuk kemenangan 5-1 atas Australia dan 1-0 atas Arab Saudi.
Berdasarkan data statistik sepanjang paruh kedua 2025, Jay mencatatkan rating performa yang sangat stabil di angka 6.8 hingga 7.5.
Penampilan terbaiknya di level klub terjadi saat Sassuolo membungkam Atalanta 3-0 pada November 2025, di mana ia meraih rating 7.3 hingga 7.5 berkat dominasinya dalam duel udara dan intersepsi krusial.
Sementara di Timnas, ketenangannya saat melawan Arab Saudi membuahkan rating 7.4, menjadikannya salah satu bek dengan performa paling konsisten di Asia.
Lebih dari Sekadar Bek, Sosok Pemimpin
Apa yang membuat pembaca nyaman melihat Jay Idzes di lapangan adalah aura ketenangannya.
Mantan pelatihnya di Venezia, Paolo Vanoli, menyebut Jay sebagai seorang leader atau pemimpin alami.
Ia bukan bek yang meledak-ledak secara emosional, melainkan komandan yang mengatur barisan dengan komunikasi yang efektif.
Statistik menunjukkan akurasi umpannya di Serie A mencapai 90.4% hingga 91.1%, angka yang sangat elit bagi seorang bek tengah. Ia adalah perpaduan antara ketangguhan fisik (tinggi 190 cm) dan kecerdasan taktis Belanda.
Dengan kontrak yang berlaku hingga 2029 di Sassuolo dan nilai pasar yang kini menembus angka €10 juta (Rp 197,2 miliar), Jay Idzes berada di puncak karirnya.
Ia bukan hanya aset berharga bagi klubnya, tetapi juga mercusuar harapan bagi sepak bola Indonesia.
Jay Noah Idzes adalah bukti nyata bahwa ketika bakat elit bertemu dengan rasa cinta pada tanah leluhur, hasilnya adalah sebuah sejarah yang membanggakan.
Dari lapangan latihan De Herdgang hingga kelak gemerlap San Siro, "Bang Jay" terus membuktikan bahwa Garuda mampu terbang tinggi di antara para raksasa dunia.
Berita Terkait
-
PSSI Mode Hemat, Gaji John Herdman Jauh di Bawah Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert
-
Beda Nasib Bintang Garuda di Serie A: Jay Idzes Curi Poin, Emil Audero Dibombardir Napoli
-
Bedah Gaji 3 Pelatih Timnas Indonesia: John Herdman Lebih Murah dari STY dan Kluivert
-
Media Kanada Klaim John Herdman Sepakat Latih Indonesia, Berapa Gajinya?
-
Teka-teki Gaji John Herdman di Timnas Indonesia Dijawab Media Asing, Lebih Kecil dari STY?
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Jose Mourinho Pasang Badan untuk Arteta! Sebut Kritik ke Arsenal Hal Tak Masuk Akal
-
Pesan Terakhir Istri Pemain Argentina Sebelum Ditemukan Tewas Bersama Anak di Gempa Venezuela
-
Ada Final Kepagian! Ini Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Dari Anime ke Dunia Nyata: Duel Jepang vs Brasil Seperti Episode Terakhir Captain Tsubasa
-
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Cetak 6 Gol, Messi Jaga Jarak dari Dembele, Mbappe dan Haaland
-
Inggris Lolos sebagai Juara Grup, Thomas Tuchel Malah Pusing Gara-gara Krisis Ini
-
4 Tahun Kerja Keras Berbuah Manis, Kisah Timnas Kongo Guncang Piala Dunia 2026
-
Video 5 Gol Free Kick Terbaik Lionel Messi: 71 Gol Lewat Tendangan Bebas
-
19 Gol Lionel Messi di Piala Dunia, La Pulga Tetap Sanjung Ronaldo
-
Piala Dunia Itu Kejam! Pesan Mendalam Fabio Cannavaro Usai Timnas Uzbekistan Tersingkir