Bola / Bola Indonesia
Kamis, 01 Januari 2026 | 16:50 WIB
Ole Romeny (IG Ole Romeny)
Baca 10 detik
  • Ole Romeny menyebut atmosfer Stadion GBK tiga kali lebih hebat dari markas Feyenoord.

  • Pemain Timnas Indonesia ini merasakan stadion bergetar nyata saat mencetak gol lawan Bahrain.

  • Romeny awalnya tidak mengetahui memiliki darah Indonesia sebelum akhirnya dihubungi secara resmi PSSI.

Suara.com - Pengakuan pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny soal atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta cukup mengejutkan. Menurutnya, seperti laga di markas raksasa Eredivisie, Feyenoord yakni De Kuip, namun ditambah tiga kali lipatnya.

De Kuip selama ini memang identik dengan atmosfer panas, baik saat digunakan oleh Feyenoord atau tim nasional Belanda.

Menurut Ole Romeny, Stadion GBK lebih panas lagi ketimbang De Kuip, lantaran suporter Timnas Indonesia yang luar biasa.

“Pertandingan internasional pertama di Indonesia itu aneh, dalam arti luar biasa. Atmosfernya seperti De Kuip dikali tiga,” kata Ole Romeny dikutip dari De Gelderlander

Pemain 24 tahun itu mengaku merinding setiap kali tampil di Stadion GBK.

Apalagi, ia sempat merasakan menciptakan gol di venue itu ketika Timnas Indonesia berhadapan dengan Bahrain di ronde tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

“Saat saya mencetak gol melawan Bahrain, saya benar-benar merasakan Stadion Gelora Bung Karno bergetar,” tambahnya.

Lebih lanjutnya, Ole Romeny juga menceritakan kisah di balik keputusannya membela Timnas Indonesia. Ia mengaku awalnya tidak tahu punya garis keturunan Indonesia.

"Awalnya saya membaca berita bahwa saya bisa bermain untuk Indonesia. Setelah itu, PSSI menelepon saya. Jujur saja, saya bahkan tidak tahu kalau saya memenuhi syarat," pungkasnya.

Baca Juga: Seleksi Pemain Timnas Indonesia U-20 Sengit, Nova Arianto: Saya yang Minta

Load More