- John Herdman resmi melatih Timnas Indonesia pada 3 Januari 2026, setelah mundur dari Toronto FC November 2025.
- Faktor utama penerimaan tawaran adalah fanatisme suporter dan visi PSSI untuk bersaing di level dunia.
- Ia melihat potensi pemain Indonesia mirip Kanada, serta sesuai kriteria PSSI yang mencari pelatih Piala Dunia.
Suara.com - Alasan John Herdman menerima tawaran melatih Timnas Indonesia akhirnya terungkap ke publik.
Keputusan tersebut ternyata didasari pertimbangan besar yang dinilai sangat luar biasa.
Herdman resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Pengumuman itu dilakukan PSSI di hari yang sama dengan rilis wawancara eksklusifnya.
Pelatih asal Inggris tersebut berbicara kepada The Canadian Press terkait keputusannya.
Wawancara itu kemudian dikutip sejumlah media Kanada, termasuk Toronto Star.
Herdman mengakui dirinya sempat menganggur setelah mundur dari Toronto FC pada November 2025.
Selama lebih dari satu tahun, ia mencari proyek yang benar-benar tepat.
Menurutnya, Timnas Indonesia menawarkan sesuatu yang tidak ia temukan di tempat lain.
Baca Juga: Meski Kalah, Emil Audero Catatkan Performa Lebih Gemilang dari David De Gea
Faktor utama yang membuatnya menerima pinangan PSSI adalah fanatisme suporter.
“Ini tentang menemukan proyek yang tepat, satu yang bisa merasakan semangat dan intensitas para suporter dan penggemar,” ujar Herdman kepada The Canadian Press, dikutip Toronto Star.
Selain atmosfer sepak bola, Herdman juga mempertimbangkan keseriusan PSSI.
Federasi dinilai memiliki visi jelas dan komitmen kuat untuk bersaing di level dunia.
Ia menyebut PSSI mencari pelatih dengan rekam jejak membawa tim ke Piala Dunia.
Kriteria itu sesuai dengan pengalaman Herdman bersama Timnas Kanada.
Berita Terkait
-
Meski Kalah, Emil Audero Catatkan Performa Lebih Gemilang dari David De Gea
-
Jadwal John Herdman Mulai Melatih Timnas Indonesia
-
Alasan John Herdman Pilih Timnas Indonesia Terungkap Usai Sukses Bawa Kanada ke Level Dunia
-
John Herdman Jadi Pelatih Inggris Kedua Timnas Indonesia Setelah Era Peter Withe
-
Daftar Agenda Krusial John Herdman Bersama Timnas Indonesia Mulai FIFA Series Hingga Turnamen ASEAN
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik