- Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai duo Sayuri layak bersaing di Liga Portugal berdasarkan pengalamannya di PSM Makassar.
- Tavares menyebut pemain lokal Indonesia cepat, namun memiliki kelemahan postur dan pengambilan keputusan saat menganalisis sepak bola Indonesia.
- Ia membandingkan kualitas Yance dan Yakob Sayuri dengan pemain sayap bertahan SC Braga pada tahun 2022 karena kecepatan dan mentalitas kuat.
Suara.com - Pengakuan mengejutkan datang dari pelatih baru Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares.
Setelah tiga musim malang melintang di Liga Indonesia bersama PSM Makassar, ia dengan yakin menyebut ada dua pemain lokal yang kualitasnya layak untuk bersaing di level tertinggi Liga Portugal.
Dua nama yang ia maksud adalah duo kembar andalan Timnas Indonesia, Yance Sayuri dan Yakob Sayuri.
Dalam sebuah wawancara dengan media Portugal, Renascenca Tavares awalnya memberikan analisis jujur mengenai kondisi sepak bola Indonesia saat ini.
Ia mengakui adanya dominasi pemain naturalisasi, namun di saat yang sama juga menyoroti keunggulan khas pemain lokal.
"Saat ini, pemain Indonesia agak tergeser oleh pemain kelahiran Belanda, bisa dibilang begitu," ujar pelatih asal Portugal tersebut.
"Tetapi jika kita menganalisis profil pemain Indonesia, mereka adalah pemain cepat, biasanya tampil terbaik dalam transisi ofensif dan defensif karena mereka memiliki kecepatan yang tinggi," lanjutnya.
Meskipun memuji kecepatan, ia juga secara terbuka menyebutkan kekurangan utama pemain lokal, yaitu postur tubuh dan pengambilan keputusan.
"Masalahnya terletak pada pengambilan keputusan mereka. Mereka juga bukan pemain yang tinggi, 175 cm adalah tinggi yang bagus untuk pemain Indonesia. Itu sudah dianggap tinggi," jelas Tavares.
Baca Juga: Jadwal John Herdman Mulai Melatih Timnas Indonesia
Namun di tengah analisisnya, Tavares secara spesifik menunjuk duo Sayuri sebagai pengecualian.
Berdasarkan pengalamannya melatih mereka secara langsung di PSM Makassar, ia bahkan berani membandingkan kualitas keduanya dengan pemain di klub papan atas Portugal.
"Beberapa pemain ini, menurut saya, akan cocok bermain di SC Braga," ujarnya dengan mantap.
"Saat ini Braga berada di posisi yang sedikit lebih tinggi tetapi pada 2022, saya mengamati Braga dan pemain sayap bertahan mereka tidak lebih unggul dari Sayuri bersaudara yang merupakan pemain saya," jelasnya lagi.
Tavares kemudian membeberkan secara detail atribut apa saja yang membuat Sayuri bersaudara begitu istimewa di matanya.
"Yang satu Yance Sayuri, yang lainnya Yakob Sayuri, pemain yang sangat cepat, dengan mentalitas yang sangat kuat, sikap yang sangat kuat, reaksi yang sangat kuat saat kehilangan bola. Mereka menembak dengan baik, yang satu dengan kaki kiri, yang lainnya dengan kaki kanan," katanya.
Ia bahkan menyamakan gaya bertarung duo kembar ini dengan etos kerja para pemain Jerman.
"Gaya bertarung mereka mengingatkan saya pada Jerman, pemain Jerman yang khas, dengan sikap kolektif yang hebat," lanjutnya.
Pujian setinggi langit dari seorang pelatih sekaliber Bernardo Tavares ini menjadi penegasan bahwa talenta lokal Indonesia sesungguhnya memiliki kualitas untuk bisa bersaing di level Eropa.
Tag
Berita Terkait
-
Terungkap 4 Nama Besar yang Jadi Pesaing John Herdman di Bursa Pelatih Timnas Indonesia
-
Jawaban Berkelas John Herdman saat Ditanya PSSI Soal Komposisi Staf Pelatihnya di Timnas Indonesia
-
3 Sosok yang Diprediksi Jadi Asisten John Herdman di Timnas Indonesia, Ada Nama Kejutan?
-
Kepada Media Kanada, John Herdman Ungkap Alasan Sebenarnya Pilih Timnas Indonesia
-
Alasan John Herdman Memang Cocok Jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut