-
Sassuolo secara resmi menolak menjual Jay Idzes ke AC Milan pada Januari 2026.
-
CEO Giovanni Carnevali memprioritaskan stabilitas skuad demi bertahan di kompetisi Serie A.
-
Pihak manajemen baru akan melepas pemain pilar pada jendela transfer musim panas mendatang.
Suara.com - Manajemen Sassuolo secara resmi mengambil langkah berani untuk memagari para pemain bintang mereka saat ini.
Keputusan tersebut diambil guna merespons tingginya tensi perpindahan pemain pada bursa transfer musim dingin 2026.
Klub berjuluk I Neroverdi tersebut berkomitmen tidak akan melepas aset berharga mereka dalam waktu dekat.
Dua nama yang menjadi pusat perhatian utama dalam kebijakan ini adalah Jay Idzes dan Tarik Muharemovic.
Langkah strategis ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan performa tim yang tengah berjuang di kompetisi.
CEO Sassuolo yakni Giovanni Carnevali secara terbuka membantah segala spekulasi mengenai kepergian para pemainnya.
Penjelasan tersebut sekaligus mendinginkan rumor yang sempat mengaitkan pemain mereka dengan deretan klub raksasa.
Stabilitas skuad menjadi prioritas utama manajemen demi mengamankan posisi mereka di kasta tertinggi Italia.
Isu kepindahan ini sebenarnya sempat memanas setelah beberapa tim besar mulai menunjukkan ketertarikan serius.
Baca Juga: Antara Jay Idzes, Sassuolo dan Juventus
Salah satu kabar yang paling menyita perhatian adalah minat besar dari raksasa San Siro, AC Milan.
Jay Idzes dipandang sebagai sosok bek modern yang sangat dibutuhkan oleh pelatih I Rossoneri.
Kemampuan adaptasinya dalam berbagai pola pertahanan membuat profilnya sangat menarik bagi pemandu bakat Milan.
Fleksibilitas Idzes saat bermain dalam format tiga bek menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan.
Beberapa laporan bahkan menyebutkan bahwa pihak Milan telah membuka jalur komunikasi dengan manajemen Sassuolo.
Meskipun godaan dari klub besar sangat kuat namun manajemen klub Emilia-Romagna tetap bergeming.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla