Suara.com - Dunia sepak bola nasional kembali tercoreng oleh aksi kekerasan di lapangan hijau. Insiden memalukan itu terjadi dalam ajang Liga 4 Jawa Timur dan kini bahkan menyedot perhatian media internasional.
Adalah Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan, yang menjadi sorotan setelah melakukan pelanggaran brutal berupa tendangan ala kungfu ke arah pemain lawan.
Aksi tak terpuji tersebut terjadi saat laga babak 32 besar Grup C Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 menghadapi Perseta 1970 Tulungagung.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026), berubah menjadi momen kelam ketika Hilmi dengan sengaja melayangkan kaki ke dada Firman Nugraha Ardhiansyah.
Tendangan keras itu langsung memicu kecaman luas dari publik sepak bola Tanah Air.
Firman dilaporkan mengalami luka serius akibat insiden tersebut. Bahkan, bekas pul sepatu Hilmi terlihat jelas di bagian dada korban, menandakan kerasnya benturan yang terjadi di lapangan.
Aksi kekerasan ini tak hanya viral di dalam negeri, tetapi juga menembus pemberitaan media asing.
Media Italia, Sportmediaset, mengangkat insiden tersebut dalam kanal viral mereka dan menyebutnya sebagai salah satu pelanggaran terburuk yang pernah terjadi di dunia sepak bola.
Video tendangan brutal Hilmi turut dipublikasikan oleh media tersebut pada Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Bos Operator Super League Sampai Geleng-geleng Melihat Tendangan Kungfu Hilmi Gimnastiar
"Pelanggaran terburuk dalam sejarah sepak bola berasal dari Indonesia," tulis Sportmediaset.
"Di Indonesia, pemain dari Perseta 1970 ini mengalami operasi terburuk dalam sejarah sepak bola, dengan tulang rusuk patah," sambungnya.
Merespons kejadian tersebut, Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Timur langsung bergerak cepat.
Setelah melakukan pemeriksaan mendalam, Komdis menjatuhkan sanksi terberat kepada Muhammad Hilmi Gimnastiar.
Hilmi resmi dilarang beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup. Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat, menyatakan keputusan itu diambil karena Hilmi terbukti melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI.
Tak hanya hukuman larangan seumur hidup, Hilmi juga dikenai denda administratif sebesar Rp2,5 juta sebagaimana diatur dalam Pasal 78 Kode Disiplin PSSI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Pelatih Anyar Chelsea Liam Rosenior: Saya Ini Orang yang Aneh
-
Senyum Lebar John Herdman Tiba di Indonesia Bareng Bang Jay, Bakal Nonton Persib vs Persija?
-
Liverpool dan Tiga Klub Premier League Rebutan Winger 19 Tahun Berbandrol Rp1,97 Triliun
-
Ole Gunnar Solskjaer Makin Dekat Kembali ke Manchester United
-
Debut Manis! Bernardo Tavares Bongkar Strategi Kemenangan Persebaya atas Malut United
-
Tak Mau Seperti Timnas Indonesia, Exco Federasi Tunisia Tolak Patrick Kluivert
-
Final Piala Super Spanyol Barcelona vs Real Madrid, Hansi Flick Sindir Mbappe
-
Gagal Gaet Joao Cancelo, Inter Milan Bidik Wing-Back Brasil Fiorentina Dodo
-
Rekor Tak Tersentuh! Persib Empat Laga Tak Terkalahkan dari Persija, Bojan Hodak Pede
-
Update Klasemen BRI Liga 1 2025/2026 Usai Persebaya Surabaya Tundukkan MU