-
John Herdman tiba 11 Januari untuk memulai tugas barunya sebagai pelatih Timnas Indonesia.
-
PSSI menyiapkan Zulkifli Syukur sebagai kandidat kuat asisten pelatih lokal pendamping John Herdman.
-
Kolaborasi pelatih asing dan lokal bertujuan mempercepat adaptasi filosofi bermain di skuad Garuda.
Suara.com - Federasi sepak bola Indonesia tengah mematangkan komposisi staf kepelatihan Timnas Indonesia untuk menyambut era kepemimpinan John Herdman.
Juru taktik berkebangsaan Inggris tersebut dijadwalkan menginjakkan kaki di Jakarta pada hari Minggu, 11 Januari nanti.
Momen kedatangan ini akan menjadi langkah awal sebelum sang pelatih diperkenalkan secara resmi kepada publik.
Dalam kesepakatannya, Herdman diberikan wewenang untuk membawa satu orang asisten kepercayaannya dari luar negeri.
Pihak federasi bahkan memberikan fleksibilitas tambahan dengan kuota maksimal hingga tiga asisten pendamping asing.
Hingga saat ini, identitas pasti mengenai asisten asing yang akan didatangkan tersebut masih dirahasiakan.
Banyak spekulasi menyebutkan bahwa staf yang pernah mendampinginya di Kanada akan kembali berkolaborasi di Indonesia.
Selain tenaga asing, federasi secara aktif menyodorkan sejumlah nama pelatih domestik untuk masuk ke struktur.
Mekanisme pemilihan asisten lokal ini nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada penilaian subjektif dari John Herdman.
Baca Juga: Rahasia Sukses John Herdman Terbongkar, Legenda Kanada Ungkap Kunci di Balik Keajaiban Piala Dunia
Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif antara taktik global dan karakter pemain lokal.
Salah satu figur yang santer diperbincangkan untuk mengisi posisi strategis tersebut adalah sosok Zulkifli Syukur.
Zulkifli dianggap sebagai pelatih muda potensial yang sudah mengenal seluk-beluk atmosfer tim nasional Indonesia.
Rekam jejaknya tercatat pernah menjadi tangan kanan Gerald Vanenburg saat menangani skuad Garuda Muda U-23.
Portofolio kepelatihannya semakin solid setelah ia dipercaya mendampingi Indra Sjafri pada ajang SEA Games 2025.
Pengalaman panjang di lapangan hijau membuatnya sangat memahami kebutuhan psikologis serta teknis talenta muda nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
Lionel Scaloni Puji Setinggi Langit Julian Alvarez, Sebut Penyerang Idaman Setiap Pelatih
-
Juventus Optimis Bisa Gaet Alisson Becker dari Liverpool
-
Digelontor 3 Gol Lawan Bhayangkara FC, Mauricio Souza Parkir Cyrus Margono?
-
Dikritik Pengamat Tak Bisa Main, Pelatih Brasil Pasang Badan untuk Shayne Pattynama
-
Kalahkan Vietnam 3-2, Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF Futsal 2026
-
Marc Klok Kirim Psywar Jelang Persib Bandung Lawan Bali United, Apa Itu?
-
Bernardo Tavares: Tekanan Ada di Persija, Mereka 3 Kali Tanpa Kemenangan
-
Lolos ke Final AFF 2026, Timnas Futsal Indonesia Ukir Rekor 4 Kali Beruntun
-
LaLiga Buka Peluang Main di Maroko, Javier Tebas: Mengapa Tidak?