Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:33 WIB
Pemain Persebaya Surabaya Gali Freitas (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Malut United Yance Sayuri (kanan) dalam pertandingan pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion GBT Surabaya, Sabtu (10/1/2026). ANTARA/Rizal Hanafi
Baca 10 detik
  • Persebaya Surabaya mengalahkan Malut United 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo menggunakan strategi pertahanan *mid-block*.
  • Pelatih Bernardo Tavares menerapkan strategi tersebut untuk meredam keunggulan tendangan jarak jauh lawan dan kondisi lapangan licin.
  • Meski menang, Tavares menyoroti penurunan fisik dan mental tim pada babak kedua sebagai fokus evaluasi.

Suara.com - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares membeberkan timnya menerapkan strategi pertahanan mid-block untuk meraih kemenangan 2-1 atas Malut United pada laga pekan ke-17 BRI Super League di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (10/1/2025).

Selain itu, Taveres menyebut dalam laga yang diwarnai guyuran hujan tersebut, tim berjuluk Green Force itu tampil agresif terutama dalam fase transisi dan permainan tanpa bola pada babak pertama.

"Hari ini anak-anak bekerja keras dengan bola, tetapi terutama saat tanpa bola. Jika kami ingin punya peluang, maka kami harus lebih baik dari mereka saat kehilangan bola," kata Tavares dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih asal Portugal tersebut menjelaskan bahwa keputusan menerapkan strategi blok menengah (mid-block) diambil untuk meredam kelebihan lawan yang memiliki barisan pemain berpengalaman dengan kemampuan tendangan jarak jauh yang akurat, seperti Yance Sayuri dan David da Silva.

"Jika kami bermain terlalu tinggi, mereka punya pemain dengan kecepatan," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, kondisi lapangan yang licin akibat hujan juga menjadi variabel yang diantisipasi oleh tim pelatih.

Ia mencatat bahwa para pemain berhasil menjalankan rencana dengan baik, terutama dalam memenangi perebutan bola kedua atau second ball yang menjadi awal terjadinya proses gol.

Meski meraih poin penuh, juru taktik Persebaya itu tetap memberikan catatan evaluasi, khususnya terkait penurunan intensitas permainan pada babak kedua.

Menurut dia, aspek fisik dan mental menjadi pekerjaan rumah sebelum memasuki putaran kedua kompetisi.

Baca Juga: Transfer BRI Super League: Persis Solo Bawa Pulang Alfriyanto Nico dari Persija

"Pada babak kedua, saya merasa kami perlu meningkatkan fisik, tetapi juga mental untuk menjaga intensitas ini lebih lama dalam pertandingan. Setelah kami mulai melakukan pergantian pemain, terlihat tim sedikit menurun," ujarnya.

Sementara itu, pemain Persebaya Gali Freitas yang menjadi bintang kemenangan lewat dua golnya, mempersembahkan hasil positif tersebut untuk para pendukung setia, Bonek dan Bonita.

"Kemenangan ini kami berikan untuk kita semua agar kami bisa termotivasi untuk pertandingan berikutnya. Siapa pun lawan yang kami hadapi, kami akan tetap bersama," tutur Gali. [ANTARA]

Load More