- Jordi Amat sukses menjalani peran baru sebagai gelandang bertahan di Persija Jakarta, strategi yang pertama kali dicoba oleh Mauricio Souza pada Januari 2026.
- Bermain di lini tengah, ia tampil cekatan memutus serangan lawan dan memiliki keunggulan umpan diagonal jarak jauh yang akurat untuk menciptakan peluang.
- Fleksibilitas dan adaptasi taktik ini bisa menjadi solusi jitu bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, jika posisi bek tengah skuad Garuda sedang menumpuk.
Suara.com - Perubahan posisi yang dialami oleh Jordi Amat bersama Persija Jakarta belakangan ini sukses menyita perhatian para penikmat sepak bola nasional.
Keputusan pelatih Mauricio Souza untuk menggeser peran sang pemain menjadi seorang gelandang bertahan terbukti memberikan dampak yang sangat luar biasa di atas lapangan.
Transformasi taktik ini bahkan dinilai bisa menjadi opsi berharga bagi Timnas Indonesia dalam mengarungi berbagai agenda kompetisi internasional di masa depan.
Pemain berusia 33 tahun tersebut kini tidak lagi hanya terpaku untuk beroperasi mengawal jantung pertahanan tim.
Eksperimen posisi baru ini pertama kali diterapkan oleh tim pelatih saat Macan Kemayoran berhadapan dengan Madura United pada 23 Januari 2026 lalu.
Hasil racikan strategi tersebut langsung berbuah manis karena tim kebanggaan ibu kota sukses membungkam lawannya dengan skor meyakinkan 2-0.
Setelah sempat dikembalikan ke posisi aslinya, Jordi kembali ditugaskan sebagai jenderal lini tengah saat bentrok melawan Bali United dan Malut United.
Magisnya semakin terlihat pada laga kontra Malut United ketika ia sukses mencetak gol lewat sundulan berkat umpan matang dari Allano de Souza.
Saat bermain lebih ke depan, mantan pemain Swansea City ini tampil sangat cekatan dalam memutus alur serangan balik tim lawan.
Baca Juga: Disikat Persija 2-3, Hendri Susilo Tetap Angkat Topi untuk Perjuangan Malut United
Ia terlihat sangat sigap dalam membaca pergerakan musuh, menutup ruang tembak, serta menghentikan distribusi bola dengan sangat efektif.
Atribut bertahannya yang solid itu membuat keseimbangan transisi permainan di lini tengah tim terasa jauh lebih stabil.
Selain tangguh dalam bertahan, pemain naturalisasi ini juga tampak sangat nyaman dan tenang ketika sedang menguasai bola.
Walaupun selama ini dikenal dengan gaya bermain yang pragmatis di belakang, ia rupanya mampu memainkan peran box to box lewat sentuhan satu-dua yang cepat.
Salah satu senjata mematikan yang dimiliki Jordi di posisi ini adalah akurasi umpan diagonal jarak jauhnya yang sangat memanjakan barisan penyerang.
Distribusi umpan terukur tersebut kerap kali sukses membongkar pertahanan lawan dan menciptakan peluang-peluang yang sangat berbahaya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Justin Hubner Sindir NAC Breda yang Picu Polemik Paspoortgate di Belanda
-
Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain, Bojan Hodak Puji Kerja Keras Pasukannya
-
Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam
-
Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Timnas Futsal Indonesia, Ini Kata Pelatih Thailand
-
Kalah dari Dewa United, Hendri Susilo: Pemain Tidak Patuh
-
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
-
Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto
-
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah, Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga
-
Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi
-
Lille Pesta Gol 4-0 atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil 14 Menit