- Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, mengapresiasi performa tim meski kalah 0-2 dari AS Roma pada Serie A Minggu dini hari WIB.
- Grosso menyebut Sassuolo kompetitif dan agresif, namun kegagalan memaksimalkan peluang menjadi faktor penentu kekalahan di Olimpico.
- Ia menekankan bahwa penurunan performa di akhir laga adalah bagian proses pertumbuhan tim yang harus dihadapi tanpa mencari alasan.
Suara.com - Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, tetap memberikan apresiasi terhadap penampilan anak asuhnya meski harus menelan kekalahan 0-2 dari AS Roma pada lanjutan Serie A di Stadion Olimpico, Minggu (11/1) dinihari WIB.
Menurut Grosso, Sassuolo sejatinya tampil kompetitif dan mampu merepotkan tuan rumah sebelum akhirnya kalah oleh efektivitas Roma.
“Kami memainkan pertandingan yang bagus. Tim tetap berada di dalam permainan dan menciptakan prasyarat untuk unggul lebih dulu. Namun, kami juga harus mengakui kualitas lawan yang memang tidak diragukan,” ujar Grosso kepada DAZN.
Grosso menilai timnya cukup berani dan agresif, terutama pada fase awal pertandingan.
Namun, kegagalan memaksimalkan peluang menjadi faktor krusial yang membuat Sassuolo akhirnya harus membayar mahal.
“Ketika bermain di stadion seperti ini, jika Anda menciptakan peluang tetapi tidak mencetak gol, pertandingan menjadi berbahaya. Itulah yang terjadi pada kami di akhir laga,” tambahnya.
Menanggapi anggapan bahwa timnya kehilangan keseimbangan setelah kebobolan, Grosso menolak mencari-cari alasan.
Ia mengakui Sassuolo mengalami penurunan di menit-menit akhir, namun hal tersebut merupakan bagian dari proses yang harus dilalui timnya.
“Di akhir laga kami memang sedikit menurun karena berbagai alasan, tetapi saya tidak ingin tergoda untuk mencari alibi. Ini bagian dari perjalanan kami. Saat ini kami berada dalam fase turbulensi dan harus mampu menciptakan kembali kondisi untuk bangkit,” tegas Grosso.
Baca Juga: Rapor Jay Idzes Usai Sassuolo Dipecundangi AS Roma di Stadion Olimpico
Grosso turut menyinggung perkembangan sejumlah pemainnya, termasuk Kone, yang dinilai memiliki potensi besar.
Meski begitu, ia menekankan pentingnya konsistensi sebagai bagian dari proses perkembangan.
“Dia pemain dengan akselerasi yang kuat dan berkembang pesat. Ketika berada di level terbaiknya, kualitasnya sangat tinggi. Kami punya banyak pemain dengan potensi bagus, kadang muncul, kadang tidak. Konsistensi adalah bagian dari pertumbuhan,” pungkasnya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Rapor Jay Idzes Usai Sassuolo Dipecundangi AS Roma di Stadion Olimpico
-
Hadirkan Mimpi Buruk untuk Jay Idzes, AS Roma Meroket ke Posisi Ketiga
-
Senyum Lebar John Herdman Tiba di Indonesia Bareng Bang Jay, Bakal Nonton Persib vs Persija?
-
Tak Mau Seperti Timnas Indonesia, Exco Federasi Tunisia Tolak Patrick Kluivert
-
Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Dirumorkan Jadi Kandidat Pelatih Tunisia
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kalah dari Dewa United, Hendri Susilo: Pemain Tidak Patuh
-
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
-
Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto
-
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah, Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga
-
Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi
-
Lille Pesta Gol 4-0 atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil 14 Menit
-
Napoli Ditahan Parma 1-1, Gagal Pangkas Jarak dari Inter Milan
-
Manchester City Hajar Chelsea 3-0 di Stamford Bridge, Pepet Arsenal di Klasemen
-
Sempat Stres Soal Paspoortgate, Dean James Tegaskan Komitmennya untuk Timnas Indonesia
-
Mikel Arteta: Rasanya Seperti Pukulan Telak di Wajah