-
PSSI resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih kepala baru Timnas Indonesia senior.
-
John Herdman memiliki keunggulan sebagai motivator ulung dan ahli dalam berkomunikasi publik.
-
Pelatih asal Inggris ini mendapatkan kontrak jangka panjang hingga tahun 2029 mendatang.
Suara.com - Langkah besar diambil federasi sepak bola nasional dengan mendatangkan nakhoda baru asal Inggris untuk memimpin Timnas Indonesia.
Kehadiran sosok ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi perkembangan sepak bola tanah air dalam beberapa tahun ke depan.
PSSI secara resmi menunjuk John Herdman untuk mengemban tanggung jawab besar sebagai pelatih kepala tim nasional.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan mengingat rekam jejaknya yang sangat mengesankan di kancah internasional sebelumnya.
Arya Sinulingga selaku Anggota Komite Eksekutif PSSI memberikan pandangan positif terkait karakter yang dimiliki oleh pelatih tersebut.
Pendekatan yang dilakukan Herdman dinilai akan sangat unik jika dibandingkan dengan pelatih-pelatih asal Inggris pada umumnya.
Selain aspek teknis di lapangan hijau ia dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam membakar semangat para pemainnya.
Aspek psikologis menjadi salah satu pertimbangan utama PSSI dalam memilih figur yang tepat untuk meningkatkan mental bertanding.
Kemampuan komunikasi yang efektif diharapkan mampu menjembatani visi federasi dengan ambisi para pemain di lapangan hijau nanti.
Baca Juga: Statistik dan Rapor Pemain Timnas Indonesia Akhir Pekan Kemarin, 2 Orang Cetak Gol
Arya meyakini bahwa sentuhan personal dari pelatih ini akan memberikan dampak signifikan bagi keharmonisan ruang ganti tim.
“Tapi karena dia juga motivator, jadi pasti beda pendekatan dia. Orang motivator kan secara komunikasi cukup berbeda. Nanti kalian rasakanlah,” kata Arya di Stadion Madya, Senayan, Senin (10/1/2026).
PSSI menjadwalkan agenda perkenalan resmi sang arsitek baru tersebut pada Selasa pagi di salah satu hotel mewah Jakarta.
Acara yang berlangsung di Jakarta Pusat tersebut akan menjadi momen perdana bagi publik untuk menyapa langsung sang pelatih.
Keyakinan federasi muncul karena latar belakang pendidikan dan pengalaman Herdman yang sangat luas di luar urusan taktik.
Kemampuannya dalam berbicara di depan publik sudah teruji melalui berbagai forum bergengsi di tingkat dunia sebelumnya.
Salah satu bukti kredibilitas komunikasinya adalah saat ia diundang menjadi pembicara dalam acara bergengsi TEDx di Kanada.
Hal ini membuktikan bahwa kapasitasnya dalam menyampaikan gagasan dan visi melampaui standar pelatih sepak bola konvensional lainnya.
“Untuk ke wartawan, ke media pun dia pasti akan berbeda cara pendekatan komunikasinya. Karena dia motivator,” ucap Arya.
PSSI melihat potensi besar ini sebagai alat untuk membangun citra positif Timnas Indonesia di mata dunia internasional.
“Jadi walaupun orang Inggris yang sangat klasikal, tapi dia pasti berbeda,” imbuh Arya.
Federasi memberikan kesepakatan kerja awal berdurasi dua tahun kepada pelatih kelahiran Inggris tersebut untuk memulai proyeknya.
Namun terdapat opsi perpanjangan yang cukup panjang hingga tahun 2029 sebagai bentuk komitmen terhadap regenerasi pemain nasional.
Tugas yang diemban oleh John Herdman ternyata tidak hanya terbatas pada level senior saja di kalender internasional.
Ia dipercaya untuk merangkap jabatan sebagai pelatih Timnas U-23 demi memastikan kesinambungan pola pembinaan antarpemain muda.
Integrasi antara tim muda dan senior menjadi prioritas utama guna menciptakan fondasi tim nasional yang lebih kokoh.
Ujian pertama bagi kepemimpinan Herdman akan segera tersaji dalam waktu dekat pada ajang resmi internasional tahun ini.
Agenda FIFA Series yang dijadwalkan pada Maret 2026 menjadi panggung pembuktian awal bagi racikan strategi sang pelatih baru.
Kabarnya lawan-lawan tangguh dari benua Eropa akan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh anak asuh John Herdman.
Persiapan matang harus segera dilakukan mengingat ekspektasi publik terhadap perubahan instan di tubuh tim nasional sangat tinggi.
Momentum ini menjadi awal dari perjalanan panjang Timnas Indonesia untuk bersaing lebih kompetitif di kancah global yang luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire
-
3 Wakil Inggris vs 3 Klub Laliga, Siapa Lolos ke Perempatfinal Liga Champions?
-
Video Muka Linglung Lionel Messi Dibanting Penyusup Saat Laga Uji Coba Inter Miami
-
Prediksi Superkomputer Hasil Drawing 16 Besar: Arsenal Favorit Juara, Real Madrid Tersingkir
-
Fantastis! Gaji Setahun Cristiano Ronaldo Bisa Biayai Skuad Almeria Dalam 12 Tahun
-
Klub Spanyol yang Dibeli Cristiano Ronaldo Ini Ternyata Pernah Diperkuat Striker Thailand
-
Followers Almeria Melonjak Jadi 2,8 Juta usai Dibeli Cristiano Ronaldo, Sebelumnya Hanya 10 Ribu
-
Cristiano Ronaldo Resmi Beli Klub Kasta Kedua Spanyol, Begini Komentarnya
-
Alasan Eks Asisten STY di Timnas Indonesia Pilih Gabung Klub Zona Degradasi Super League