Bola / Bola Indonesia
Selasa, 20 Januari 2026 | 10:43 WIB
Timnas Indonesia (PSSI)
Baca 10 detik
  • Indonesia resmi menjadi tuan rumah FIFA Series 2026 yang digelar di Jakarta Maret mendatang.

  • John Herdman akan menjalani debut sebagai pelatih Timnas Indonesia dalam turnamen persahabatan internasional.

  • Skuad Garuda dijadwalkan melawan Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan St. Kitts and Nevis di Jakarta.

Suara.com - Federasi Sepak Bola Internasional secara resmi menetapkan Indonesia sebagai salah satu penyelenggara turnamen FIFA Series 2026.

Agenda bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada periode FIFA Matchday bulan Maret mendatang di ibu kota.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi bahwa Jakarta akan menjadi titik pusat seluruh rangkaian pertandingan internasional tersebut.

Kejuaraan yang sebelumnya bernama FIFA World Series ini merupakan turnamen dua tahunan untuk mempertemukan antar-konfederasi.

Ajang ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2024 dan kini berkembang dengan partisipasi negara yang lebih masif.

Penunjukan ini dianggap Erick Thohir sebagai bukti kepercayaan dunia terhadap standar sepak bola di tanah air.

Indonesia berkesempatan besar mengasah kemampuan teknis saat berhadapan dengan lawan-lawan dari berbagai belahan dunia.

"Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim. Para pemain kita akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis," kata Erick Thohir dalam keterangannya.

Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak performa kolektif Skuad Garuda di bawah tekanan kompetisi resmi FIFA.

Baca Juga: Satu Guru dengan Jose Mourinho, John Herdman Ungkap Inspirasi Besarnya

"Ini adalah ujian, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,” ia menambahkan.

Dalam grup yang digelar di Jakarta nanti, Indonesia akan bertarung melawan tiga tim nasional berbeda benua.

Bulgaria yang merupakan kekuatan dari zona UEFA menjadi lawan paling tangguh bagi armada Merah Putih.

Selain itu, terdapat Kepulauan Solomon yang mewakili zona OFC serta St. Kitts and Nevis dari zona CONCACAF.

Kehadiran tim-tim tersebut akan memberikan pengalaman bertanding yang sangat bervariasi bagi para pemain lokal.

Turnamen ini sekaligus menjadi tolak ukur sejauh mana kekuatan Indonesia menghadapi gaya sepak bola yang beragam.

Momen FIFA Series 2026 ini memiliki makna yang sangat krusial bagi kepemimpinan baru di Timnas.

John Herdman yang berasal dari Inggris akan melakoni laga pertamanya sebagai juru taktik Skuad Garuda.

Mantan pelatih tim nasional Kanada tersebut telah diperkenalkan secara resmi kepada publik pada 13 Januari 2026.

Tugas berat kini menanti Herdman untuk meramu taktik terbaik demi meraih hasil maksimal di depan pendukung sendiri.

Ajang ini merupakan panggung pembuktian bagi visi sepak bola yang dibawa oleh sang nahkoda anyar.

Berdasarkan data terbaru dari FIFA, Indonesia saat ini berada pada urutan ke-122 dalam klasemen dunia.

Bulgaria memiliki posisi yang jauh di atas Indonesia dengan menempati peringkat ke-88 dunia.

Sementara itu, Kepulauan Solomon menduduki peringkat ke-152 dan St. Kitts and Nevis di posisi ke-154.

Kesenjangan peringkat ini justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk meraup banyak poin guna memperbaiki posisi.

Hasil pertandingan melawan Bulgaria akan menjadi indikator utama kemajuan kualitas fisik dan strategi tim nasional.

Status tuan rumah ini kembali mengukuhkan kredibilitas Indonesia di mata komunitas sepak bola global saat ini.

Kepercayaan FIFA menunjukkan bahwa infrastruktur dan manajemen olahraga di Indonesia telah diakui secara internasional.

Keberhasilan menyelenggarakan event ini diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam kancah diplomasi olahraga.

Secara teknis, bertanding di kandang sendiri memberikan keuntungan moral yang besar bagi para pemain muda Indonesia.

Pengalaman ini akan memperkuat mentalitas pemain saat menghadapi turnamen besar yang akan datang nantinya.

Secara keseluruhan, ajang FIFA Series tahun 2026 ini akan diikuti oleh 48 tim nasional pilihan.

Seluruh peserta akan dibagi ke dalam 12 grup berbeda yang tersebar di beberapa negara penyelenggara utama.

Waktu pelaksanaan kompetisi ini mencakup jendela pertandingan internasional pada bulan Maret hingga April 2026.

Sebanyak 11 asosiasi anggota telah dipercaya FIFA untuk menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan resmi tersebut.

Rwanda tercatat sebagai satu-satunya negara yang mendapatkan mandat untuk menggelar dua grup sekaligus di wilayahnya.

Format turnamen kali ini mencakup sembilan grup untuk kategori putra dan tiga grup untuk kategori putri.

Sebanyak enam konfederasi di bawah naungan FIFA memiliki wakil yang tersebar di berbagai lokasi tuan rumah.

Untuk sektor putra, negara seperti Australia, Azerbaijan, dan Uzbekistan turut serta menjadi tuan rumah selain Indonesia.

Sementara itu, Selandia Baru, Puerto Riko, Kazakhstan, dan Rwanda juga melengkapi daftar penyelenggara kategori putra.

Pada sektor putri, pertandingan akan dipusatkan di tiga negara yakni Brasil, Pantai Gading, serta Thailand.

Load More