- John Heitinga, pelatih keturunan Indonesia, bergabung sebagai asisten manajer Thomas Frank di Tottenham Hotspur.
- Kieften mempertanyakan klausul perlindungan kontrak Heitinga apabila Thomas Frank dipecat akibat hasil buruk tim.
- Agen Heitinga mengakui tidak ada jaminan, sehingga Heitinga berpotensi ikut meninggalkan Tottenham jika Frank didepak.
Suara.com - Penunjukan pelatih keturunan Indonesia, John Heitinga sebagai bagian dari staf kepelatihan Tottenham Hotspur mendadak menuai sorotan tajam.
Heitinga sempat masuk dalam daftar calon pelatih Timnas Indonesia beberapa waktu lalu. Ia bahkan dirumorkan punya kans kuat untuk jadi pengganti Patrick Kluivert di tim Merah Putih.
Mantan striker Timnas Belanda, Wim Kieft, mengaku terkejut setelah mendengar fakta soal kontrak Heitinga di klub London Utara tersebut, terutama terkait ketiadaan klausul perlindungan jika terjadi pemecatan pelatih kepala, Thomas Frank.
Heitinga baru saja bergabung dengan Tottenham sebagai asisten manajer Thomas Frank.
Namun, situasi internal klub tengah memanas menyusul rentetan hasil buruk yang membuat posisi Frank berada di ujung tanduk.
Jika manajer asal Denmark itu dipecat, peluang Heitinga ikut angkat kaki disebut cukup besar.
Terkait hal ini, agen Heitinga, Rob Jansen sempat membahas kontrak kliennya tersebut di acara tv Belanda, KieftJansenEgmondGijp
Kieft secara terbuka mempertanyakan nasib Heitinga jika Frank diberhentikan oleh manajemen Tottenham.
“Kalau itu terjadi, apa yang akan dialami Heitinga?” tanya Kieft dilansir dari Voetbalzone.
Baca Juga: Penasihat Teknis PSSI Jordi Cruyff Disebut Bakal Seret Ajax ke Jurang Lebih Dalam
Jansen sempat berseloroh dengan menyebut “klausul 12.2”, namun kemudian menegaskan bahwa klausul tersebut sebenarnya tidak ada. Ia juga menyatakan tidak yakin Frank akan dipecat dalam waktu dekat.
Namun Jansen tetap pada pendiriannya. Ia menegaskan bahwa kontrak Heitinga tidak terikat langsung dengan nasib Thomas Frank.
Meski demikian, Van Egmond menyimpulkan bahwa jika Frank diberhentikan, Heitinga besar kemungkinan ikut terseret keluar dari Tottenham. Hal itu diakui Jansen sebagai skenario yang “tidak mustahil”.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Penasihat Teknis PSSI Jordi Cruyff Disebut Bakal Seret Ajax ke Jurang Lebih Dalam
-
Target Tinggi John Herdman Untuk Timnas Indonesia Jelang Laga Perdana Lawan Saint Kitts Nevis
-
John Herdman Fokus Pemain Liga Lokal, Winger Persib Berpeluang Masuk Timnas?
-
SudahTawarkan Diri, John Herdman Selayaknya Jadikan El Loco Gonzales Asisten Pelatihnya di Timnas
-
Belum 1 Detik FIFA Series 2026 Mulai, Timnas Indonesia Sudah Buat Rekor
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Persib Bandung Tak Main-main di Piala Presiden 2026, Igor Tolic Siapkan Taktik Kejutan
-
Ulasan Novel Burung-Burung Berkisah: Keindahan Alam dalam Sastra Klasik
-
Daftar Negara yang Bisa QRIS Cross-Border BRImo
-
Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka
-
Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika
-
Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika
-
Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir
-
Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan