Bola / Bola Indonesia
Selasa, 20 Januari 2026 | 17:18 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) berjabat tangan dengan Penasihat Teknis Timnas Indonesia Jordi Cruyff (kiri) saat acara perkenalan penasihat teknis Timnas Indonesia di Jakarta, Selasa (11/3/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/nym]
Baca 10 detik
  • Jordi Cruyff resmi menjabat direktur teknik Ajax akhir pekan lalu, memimpin arah teknis klub di Amsterdam.
  • Analis Johan Derksen khawatir penunjukan Cruyff akan membawa dominasi kebijakan sepak bola Spanyol ke klub Ajax.
  • Derksen memprediksi Ajax akan merekrut pelatih dan pemain Spanyol berkualitas menengah, memperburuk kondisi klub.

Suara.com - Penunjukan Jordi Cruyff sebagai direktur teknik Ajax menimbulkan pro dan kontra. Tidak semua pihak menyambut positif kedatangan putra legenda klub, Johan Cruyff, tersebut.

Salah satu kritik paling tajam datang dari analis sepak bola Belanda, Johan Derksen, yang secara terbuka menyuarakan kekhawatirannya.

Kesepakatan resmi Jordi Cruyff dengan Ajax telah tercapai pada akhir pekan lalu.

Ia kini memegang tanggung jawab penuh atas arah teknis klub di Johan Cruyff ArenA, sebuah tugas berat mengingat kondisi Ajax yang tengah terpuruk dan jauh dari standar kejayaannya.

Sebagai direktur teknik, Jordi Cruyff dihadapkan pada pekerjaan besar, mengembalikan Ajax ke papan atas dengan menunjuk pelatih yang tepat serta membenahi skuad yang dinilai memiliki banyak kelemahan.

Lapooran dari De Telegraaf mengulas detail kepergian Jordi Cruyff dari Indonesia dan langsung terbang ke Amsterdam, Belanda. [Dok PSSI]

Namun, Derksen justru melihat potensi masalah baru. Dalam program Vandaag Inside, ia mengungkapkan ketakutannya bahwa kedatangan Jordi Cruyff akan membawa pengaruh besar dari sepak bola Spanyol ke tubuh Ajax.

“Saya khawatir dengan kedatangan Jordi Cruyff. Pengetahuannya hanya tentang sepak bola Spanyol,” ujar Derksen lugas.

Menurutnya, hal itu bisa berdampak langsung pada arah kebijakan klub, terutama dalam pemilihan pelatih dan rekrutan pemain.

“Nanti akan datang pelatih Spanyol, lalu pemain-pemain buangan dari klub besar. Pemain top tentu punya gaji yang tidak bisa dan tidak mau dibayar Ajax. Jadi yang datang akhirnya hanya sisa-sisa. Itu akan jadi invasi Spanyol,” tambahnya.

Baca Juga: Target Tinggi John Herdman Untuk Timnas Indonesia Jelang Laga Perdana Lawan Saint Kitts Nevis

Derksen juga pesimistis Ajax bisa segera bangkit dari keterpurukan. Ia menyoroti kondisi akademi klub yang juga dinilai memprihatinkan.

“Tim muda saja berada di dasar klasemen divisi satu. Itu jelas tidak ideal. Secara keseluruhan, klub ini sedang jatuh terpuruk, hampir tidak ada yang tersisa,” kritiknya.

Sebelumnya, Jordi Cruyff resmi diperkenalkan sebagai Direktur Teknik Ajax Amsterdam yang baru pada Sabtu (17/1/2026) kemarin.

Melalui rilis resminya, Ajax menegaskan bahwa Jordi tetap menjalankan perannya bersama PSSI.

Kontributor: M.Faqih

Load More