- Petisi boikot Piala Dunia 2026 di Belanda telah ditandatangani lebih dari 150.000 warga sebagai protes kebijakan AS.
- Petisi tersebut menyoroti isu seperti tindakan keras imigrasi dan politik luar negeri AS di bawah pemerintahan Trump.
- Eks Presiden FIFA Sepp Blatter mendukung boikot karena kekhawatiran keamanan dan situasi politik domestik Amerika Serikat.
Suara.com - Gelombang penolakan terhadap Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat semakin menguat di Belanda.
Sebuah petisi boikot keikutsertaan Timnas Belanda dalam ajang tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 150.000 warga, hanya dalam hitungan hari.
Petisi ini menyerukan agar Belanda memboikot Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, yang dinilai kontroversial baik dalam negeri maupun luar negeri.
Piala Dunia sendiri baru akan dimulai pada Juni 2026, namun sejak awal tahun sudah menuai kritik keras terkait situasi politik global dan kebijakan Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama turnamen.
Dilansir dari NU.NL, penggagas petisi menyebut bahwa boikot ini merupakan bentuk perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Donald Trump, yang mereka sebut sebagai kebijakan teror yang bersifat represif.
Salah satu isu utama yang disorot adalah tindakan keras aparat imigrasi (ICE) terhadap para migran, serta wacana politik luar negeri Amerika Serikat yang dinilai agresif.
Dalam waktu tiga hari, petisi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 90.000 tanda tangan, dan kini jumlahnya terus meningkat hingga melampaui 150.000 dukungan.
Hingga saat ini, Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait petisi tersebut.
Belum ada indikasi bahwa Belanda akan benar-benar mengambil langkah formal untuk memboikot turnamen.
Baca Juga: Timnas Inggris Ingin Bermarkas di 'Jantung Amerika' Selama Perhelatan Piala Dunia 2026
Keputusan semacam ini secara struktural juga tidak bisa diambil sepihak, karena berada dalam sistem FIFA dan regulasi internasional.
Sebelumnya, eks presiden FIFA Sepp Blatter juga menyerukan boikot Piala Dunia 2026.
Pria berusia 89 tahun itu meminta para suporter untuk tidak datang ke AS selama turnamen berlangsung, dengan alasan kekhawatiran serius terhadap faktor keamanan dan situasi politik domestik negara tersebut.
Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Blatter menyampaikan sikapnya pada Senin (26/1/2026), sekaligus menguatkan pernyataan pengacara anti-korupsi asal Swiss, Mark Pieth, yang sebelumnya mempertanyakan kelayakan Amerika Serikat sebagai tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Dalam wawancaranya dengan media Swiss Tages-Anzeiger, Pieth menyoroti sejumlah persoalan internal di AS, mulai dari isu marginalisasi oposisi politik hingga dugaan pelanggaran terhadap imigran. Ia bahkan menyarankan agar penggemar sepak bola lebih aman menonton Piala Dunia dari televisi saja.
“Para suporter berisiko menghadapi masalah hukum dan bisa saja dipulangkan secara cepat jika dianggap melanggar aturan otoritas setempat,” ujar Pieth.
Blatter menegaskan dukungannya terhadap pandangan tersebut dan secara eksplisit menyebut boikot sebagai langkah yang layak dipertimbangkan.
Berita Terkait
-
Timnas Inggris Ingin Bermarkas di 'Jantung Amerika' Selama Perhelatan Piala Dunia 2026
-
H-134 Piala Dunia 2026: Harga Hotel di AS, Kanada dan Meksiko Meroket, Suporter Berebut Reservasi
-
Teror Kartel Jelang Piala Dunia 2026: 11 Orang Tewas di Lapangan Sepak Bola Meksiko
-
Opsi Keluar Dari Board of Peace dan 5 Saran Dino Patti Djalal ke Pemerintah
-
Skuat Inggris di Piala Dunia 2026 Versi Legenda Liverpool: Duo Arsenal Rp2 T Dicoret
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti