Bola / Bola Dunia
Rabu, 28 Januari 2026 | 12:36 WIB
Inter Tumbang di Derby della Madonnina, Cristian Chivu: Nyakitin dan Bikin Trauma [Instagram]
Baca 10 detik
  • Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menuntut timnya tampil dominan demi mengamankan posisi delapan besar Liga Champions.
  • Inter saat ini berada di posisi 14 klasemen, tertekan tiga kekalahan beruntun setelah sempat meraih empat kemenangan awal.
  • Inter akan menghadapi Borussia Dortmund di Westfalenstadion tanpa diperkuat Nicolo Barella karena cedera otot.

Suara.com - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan timnya wajib tampil dominan saat menghadapi Borussia Dortmund dalam laga terakhir fase liga Liga Champions.

Target utama Inter jelas, meraih kemenangan besar demi mengamankan posisi delapan besar dan tiket otomatis ke babak 16 besar.

Inter saat ini berada di posisi ke-14 klasemen sementara format baru Liga Champions dengan 36 tim, hanya terpaut satu poin dari zona delapan besar.

Situasi ini membuat laga tandang ke Westfalenstadion menjadi penentuan hidup-mati bagi Nerazzurri.

Tekanan semakin besar karena Inter sedang dalam tren buruk di Eropa. Mereka telah menelan tiga kekalahan beruntun di Liga Champions, masing-masing dari Atletico Madrid, Liverpool, dan Arsenal.

Padahal sebelumnya, Inter tampil impresif dengan empat kemenangan beruntun di awal fase liga.

“Seperti biasa, mentalitas kami tetap sama: masuk lapangan untuk menang dan tampil dominan. Setelah peluit akhir, baru kita lihat posisi kami di klasemen,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.

“Borussia Dortmund punya tradisi kuat di Eropa dan sangat sulit dikalahkan di stadion ini. Tapi kami akan melakukan yang terbaik untuk membawa pulang hasil yang kami butuhkan.”

Secara statistik, tugas Inter memang tidak mudah. Dortmund hanya sekali kalah dalam 21 laga kandang terakhir mereka di Liga Champions.

Baca Juga: Bayern Munich Tak Mau Lembek Lawan PSV, Vincent Kompany Janjikan Permainan Tensi Tinggi

Namun, rekor pertemuan kedua tim relatif seimbang.

Dari enam pertemuan di kompetisi Eropa, Inter meraih tiga kemenangan, Dortmund dua kemenangan, dan satu laga berakhir imbang.

Pertemuan mereka di Jerman juga selalu berlangsung terbuka dengan rata-rata lebih dari empat gol per pertandingan.

Chivu mengakui bahwa Liga Champions menjadi tantangan berbeda dibanding Serie A, di mana Inter saat ini memimpin klasemen domestik.

“Ini kompetisi yang berbeda dengan Serie A. Awalnya kami tampil di atas ekspektasi, tapi kemudian kami mempersulit diri sendiri. Sekarang situasinya tidak ideal,” katanya.

“Kami ingin menampilkan performa besar dan mendapatkan kembali hasil yang hilang dalam beberapa laga terakhir.”

Load More