- Maarten Paes resmi bergabung dengan Ajax dari FC Dallas setelah tampil konsisten di Major League Soccer.
- Feyenoord juga sempat berminat merekrut kiper Timnas Indonesia tersebut sebelum Ajax memenangkan perburuan.
- Perekrutan Paes didukung rekomendasi Jordi Cruijff dan terkait rencana jangka panjang kiper Ajax mendatang.
Suara.com - Ajax resmi mendatangkan Maarten Paes dari FC Dallas, akan tetapi kiper tim nasional Indonesia itu ternyata bukan hanya menjadi incaran klub Amsterdam.
Dilansir dari De Telegraf, Feyenoord disebut sempat memasukkan nama Paes dalam daftar target sebelum sang penjaga gawang akhirnya berlabuh ke Ajax.
Paes direkrut Ajax dari FC Dallas setelah tampil konsisten selama empat musim di Major League Soccer.
Penjaga gawang berusia 27 tahun itu juga berstatus sebagai kiper utama Timnas Indonesia, dengan catatan 10 penampilan internasional. Pengalamannya di Eropa bersama FC Utrecht dan jam terbang di Amerika Serikat membuatnya diminati sejumlah klub Eredivisie.
Ketertarikan Feyenoord muncul seiring kebutuhan klub tersebut akan opsi penjaga gawang berpengalaman. Namun, Ajax bergerak lebih cepat dan berhasil mengamankan tanda tangan Paes dengan nilai transfer yang dikabarkan berada di kisaran 1 juta euro.
Di Ajax, Paes akan bersaing dengan Vítzslav Jaroš dan Remko Pasveer. Perekrutan ini juga berkaitan dengan rencana jangka panjang klub, mengingat Jaroš hanya berstatus pinjaman dari Liverpool, sementara Pasveer dipastikan pensiun usai musim ini.
Faktor lain yang memperlancar kepindahan Paes ke Ajax adalah rekam jejak positifnya di Timnas Indonesia.
Ia pernah bekerja langsung dengan Jordi Cruijff, yang kini menjabat direktur teknik Ajax, serta Denny Landzaat, asisten pelatih Fred Grim. Keduanya disebut memberikan rekomendasi positif terkait kualitas Paes.
Paes dijadwalkan segera tiba di Amsterdam untuk menjalani tes medis sebelum menandatangani kontrak berdurasi tiga setengah tahun. Dengan kepindahan ini, Ajax sukses mengalahkan Feyenoord dalam perburuan tanda tangan kiper Timnas Indonesia tersebut.
Baca Juga: Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang
(Antara)
Berita Terkait
-
Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang
-
Hitung-hitungan Maarten Paes Jadi Kiper Utama Ajax Amsterdam, Apa Saja Aturannya?
-
Dirumorkan ke Super League, Mauro Zijlstra Justru Jadi Pahlawan Kemenangan FC Volendam
-
Maarten Paes Tiba di Markas Ajax Amsterdam, Langsung Senyam Senyum
-
Statistik Maarten Paes, Sudah Pantas Jadi Kiper Utama Ajax Amsterdam?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
40 Saksi Diperiksa, Kejari Tulungagung Segera Ungkap Tersangka Korupsi Tanah Griyo Dalem Kanjengan?
-
Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak
-
Mitsubishi Fuso Akui Penjualan Melonjak Berkat Pengadaan Truk Koperasi Desa Merah Putih
-
PT Bhimasena Power Indonesia Raih LKPM Award Kategori PMA pada Peluncuran BATANG INVESTA
-
BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit
-
Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis
-
Bukan Sekadar Menang Trofi, Ini Cerita Atlet Muda Indonesia 'Guncang' Panggung Bulu Tangkis Asia Tenggara
-
Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok
-
Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam
-
Belanja Digital Gen Z: Saat Kebutuhan dan Keinginan Semakin Sulit Dibedakan